| Selasa, 27 April 2004 | SALA |
Waspadai Demam usai MelahirkanKOTA- Demam seusai melahirkan sebaiknya tidak disepelekan. Dokter spesialis penyakit kandungan dr Soffin Arfian SpOG menyatakan demam sehabis melahirkan sangat mungkin disebabkan oleh infeksi nifas. Infeksi itu merupakan penyebab kematian, sehingga perlu diwaspadai. Setelah ada kemajuan ilmu kebidanan dan penemuan obat baru, kematian akibat infeksi itu sudah berkurang. Namun kasus infeksi nifas di negara-negara berkembang masih besar. "Meski kemungkinan lain di luar alat genital harus dipertimbangkan, kebanyakan demam setelah persalinan ibu disebabkan oleh infeksi nifas. Bila ada infeksi, perlu diketahui apakah infeksi terbatas di tempat masuknya kuman atau sudah menjalar ke bagian lain," kata dia dalam seminar "Infeksi Nifas" di Bangsal Poliklinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS PKU Muhammadiyah Surakarta, baru-baru ini. Infeksi nifas, kata dia, adalah peradangan akibat masuknya kuman ke dalam alat genital sewaktu persalinan dan nifas. Untuk mengetahui penyebab infeksi dan memilih antibiotik yang tepat untuk pengobatan biasanya diambil contoh jaringan dan lendir untuk tes resistensi kuman terhadap antibiotika. Contoh darah penderita infeksi berat juga diambil contoh untuk keperluan sama. Dokter kandungan di RS PKU Muhammadiyah itu menuturkan diagnosis infeksi nifas biasanya diawali gejala setempat yang belum menunjukkan perluasan. Pada infeksi berat atau yang infeksi meluas, penderita biasanya mengalami panas tinggi, kadang menggigil, nadi cepat, berkeringat banyak, dan tubuh terlihat sakit. Pencegahan sebaiknya dilakukan selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Pada masa kehamilan bisa dilakukan dengan memperhatikan gizi ibu hamil. Untuk masa persalinan antara lain bisa dilakukan dengan menjaga persalinan tidak berlarut-larut, meminimalkan trauma, dan mencegah perdarahan. (G18-42g) |