| Selasa, 27 April 2004 | PEMILU 2004 |
Sriyanto Dapat Award 2004ANGGOTA Panwas Pemilu Kota Semarang, Ir Sriyanto Saputra MM, belum lama ini mendapat penghargaan berupa "Top Executive Award 2004" dari Yayasan Anugerah Prestasi Indonesia. Penyerahan penghargaan itu dilakukan oleh Ketua Yayasan, Esyie T Amir Hamzah, di Hotel Kartika Chandra Jakarta. Penghargaan itu diberikan selain karena prestasinya di bidang jurnalistik, juga tidak lepas dari kiprahnya menjadi Panwas Pemilu Kota Semarang. Sriyanto yang juga Pemimpin Redaksi Koran Sore Wawasan itu dinilai memiliki prestasi yang cukup gemilang. Beberapa kasus pemilu yang diungkap Panwas tidak lepas dari peran strategisnya. Misalnya, kasus calon anggota DPD Siti Fatimah yang mendapat sorotan nasional. Kemudian kasus pencurian start kampanye yang dilakukan oleh caleg DPR RI dari PAN, Alvin Lie, yang kini dituntut satu bulan penjara oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Semarang. Juga kebocoran surat suara pemilu di Semarang serta beberapa kasus pemalsuan persyaratan caleg. Karena kiprah dan langkah-langkahnya yang terbilang cukup berani itu, dia dan anggota Panwas lainnya sering mendapat teror dari pihak-pihak yang merasa dirugikan selama proses Pemilu 2004. Namun, hal itu tidak membuatnya surut. Bahkan, dalam kasus-kasus tersebut dia sering menjadi bumper Panwas dengan tampil sebagai juru bicara. Karena itu, tidak mengherankan jika media pemberitaan ternama seperti RRI dan Radio BBC London tertarik dan mewawancarainya. Dia menerima penghargaan itu bersama 29 orang lainnya dari berbagai komponen di seluruh Indonesia. Menurut Ketua Pelaksana Dra E Giriwati S MM, kegiatan tersebut dilakukan sejak 1995. Untuk menentukan para calon penerima award, pihaknya membentuk tim yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan melibatkan masyarakat umum/tokoh masyarakat, wartawan, serta masukan dari berbagai sumber, termasuk pemberitaan media massa. Kegiatan ini bertujuan memberikan penghargaan dan menampilkan figur eksekutif yang benar-benar profesional dan potensial di bidangnya. Karier Sriyanto diawali dengan menjadi reporter Harian Umum Suara Merdeka tahun 1991. Empat tahun berikutnya dipercaya menjadi redaktur kota selama tiga tahun. Tahun 1998-2001 dipercaya menjadi anggota desk nasional harian yang sama, kemudian menjadi kepala Biro Kota. Selanjutnya terhitung 1 Juli 2003, anggota Dewan Etik Kelompok Diskusi Wartawan (KDW) Provinsi Jateng itu dipercaya menjadi pemimpin redaksi Harian Sore Wawasan. "Penghargaan ini merupakan cambuk sekaligus tantangan bagi saya untuk terus berprestasi. Saya berterima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung saya sehingga bisa meraih penghargaan tersebut," katanya. (D10-78i) |