logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 April 2004 PEMILU 2004
Line

Gus Dur - Kalla Temui Sultan

YOGYAKARTA- Dua tokoh nasional yang sama-sama mencalonkan diri sebagai presiden, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Jusuf Kalla, menemui Gubernur DIY Hamengku Buwono X, kemarin. Pertemuan berlangsung di Kompleks Kepatihan, Gus Dur menemui HB X pukul 08.00, sedangkan Jusuf Kalla pada pukul 13.00.

Seusai menemui HB X, Gus Dur mengungkapkan pertemuannya hanya untuk sowan. Menurut dia, kebetulan dia berada di Yogyakarta sehingga tidak etis kalau tidak menemui HB X. Dalam pertemuan sekitar satu jam itu, dia mengatakan, banyak hal terungkap dalam pembicaraan terutama mengenai kondisi bangsa dan negara.

''Kami bicara banyak hal, juga mengenai negara yang sudah amburadul ini,'' ujar Gus Dur menjawab pertanyaan wartawan.

Ketika berbicara soal ganjalan-ganjalan yang dilakukan terhadap dirinya sebagai salah satu capres, dia mengungkapkan tidak akan menujuk siapa pun untuk maju sebagai calon kalau hal itu masih terus terjadi. Kendati demikian, dia tidak menyatakan mundur dari bursa karena perjuangan belum selesai.

''Kalau masih terus ganjal-mengganjal ya sudah pek-peken negara iki (miliki saja negara ini-Red),'' ujarnya membuat wartawan dan sejumlah tamu yang mendengar tertawa. Menyinggung kerusuhan di Ambon yang baru saja terjadi, dia menegaskan pemerintah harus bertindak tegas dengan menumpas gerakan separatis seperti RMS. Dia juga minta rakyat di sana sabar dan tidak mudah terprovokasi oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Masukan

Sementara itu, pertemuan HB X dan Jusuf Kalla berlangsung cukup lama. Keduanya bahkan sempat makan siang bersama. Dari pintu yang terbuka, terlihat keduanya berbincang-bincang cukup serius. Namun kadang diselingi tawa. Sesekali HB X tampak menyulut cerutu dan menghisapnya dalam-dalam.

Seusai pertemuan, Kalla mengungkapkan pertemuan sudah direncanakan beberapa waktu lalu. Dia mengatakan meminta masukan dari HB X mengenai banyak hal, termasuk menjelang pemilihan presiden 5 Juli mendatang. ''Beliau banyak memberi pandangan dan masukan. Banyak hal, juga tentang tiga bulan menjelang pemilihan presiden,'' ujarnya.

Sementara itu mengenai kemunculan capres Wiranto yang dikhawatirkan menganggu pencalonannya dan Susilo Bambang Yudhoyono, dia mengatakan, hal itu tidak menjadi masalah. Namun persaingan memang akan semakin ketat.

Mengomentari kerusuhan di Ambon, seperti juga Gus Dur, dia meminta pemerintah menindak tegas gerakan separatis. Kalla yang cukup berpengalaman menangani konflik di berbagai daerah menegaskan, di samping menumpas gerakan pemberontak, pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat setempat. (D19-64i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA