logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 April 2004 PEMILU 2004
Line

Wajah Baru di Gedung Berlian (5)

Ingin Perbaiki Citra Dewan

CITRA lembaga DPRD sebagai bahan cemoohan menjadi keprihatinan pria yang satu ini. Mulai dari kunjungan ramai-ramai ke luar negeri, dana mobilitas yang tak transparan, hingga kabar tak sedap menyangkut dana purnabakti bagi anggota Dewan Jateng dinilai makin merusak citra.

Dia memandang, awal merosotnya citra itu adalah ketidakterbukaan Dewan dalam membuat kebijakan menyangkut keuangan. ''Ada mekanisme yang harus diperbaiki oleh lembaga kedewanan,'' kata

Thontowi Jauhari, caleg PAN dari daerah pemilihan Jateng 5 (Boyolali, Sukoharjo, Klaten, dan Kota Surakarta) nomor 2 untuk DPRD Jateng itu.

Pria kelahiran 10 Oktober 1962 itu bukannya menentang habis-habisan menyangkut program yang ditelurkan Dewan. Namun, menurut pendapat dia, kebijakan itu harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada publik.

Artinya, kata dia, perlu dilihat asas kemanfaatannya melalui pembicaraan dengan LSM, mahasiswa, atau tokoh masyarakat. ''Apakah perlu kunjungan ke luar negeri itu berombongan? Kalau memang ada kebijakan mengeluarkan dana, apakah besarannya sudah sesuai dengan kesepakatan dan kemampuan keuangan?'' kata Ketua DPD PAN Boyolali tersebut.

Karena itu, bila benar-benar duduk di Gedung Berlian-sesuai dengan perhitungan suara manual KPU Jateng- dia akan melakukan perbaikan citra tersebut. ''Saat ini setiap kebijakan yang menyangkut keuangan ada kecenderungan diputuskan secara delikan (sembunyi-sembunyi-Red). Wajar saja kalau publik mempersoalkannya,'' ujarnya, di ruang Fraksi Amanat Nasional (FAN) DPRD Jateng, kemarin.

Pandangannya boleh jadi memberikan harapan, kebijakan Dewan akan lebih baik. Aspirasi publik akan disalurkan, ketidakpercayaan publik akan diubah, dan citra Dewan pun akan dinaikkan. Benarkah demikian? Mari kita tunggu bersama kiprah pria kelahiran Boyolali yang pernah duduk sebagai anggota DPRD di kota kelahirannya pada 1997 itu.

Alumnus Fakultas Hukum Uniba Surakarta dan Universitas Terbuka yang kini menjadi staf pengajar UMS itu sebenarnya bukan orang baru di lembaga Dewan Jateng. Soalnya, dia saat ini duduk sebagai staf ahli FAN. Tak heran bila dia sering berada di gedung tersebut. Suami dari Luluk Masriah juga berkeinginan, setiap kebijakan Dewan tidak berjalan sendiri. (Agus Toto W-64t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA