| Selasa, 27 April 2004 | PEMILU 2004 |
Wiranto Minta Dukungan AnsorYOGYAKARTA-Di hadapan sekitar 1.000 kader Gerakan Pemuda Ansor yang sedang mengadakan kemah di Bumi Perkemahan Candi Prambanan, calon presiden dari hasil konvensi Partai Golkar Jenderal (Purn) Wiranto meminta dukungan organisasi massa terbesar itu. Kendati sembari tertawa ketika mengungkapkan hal itu, massa menyambutnya antusias dengan bertepuk tangan. ''Kalau Ansor dan Banser mendukung Wiranto, selesai. Saya bisa melakukan tugas kalau didukung. Ya... nyerempet-nyerempet kampanye sedikit nggak apa-apalah,'' ujar Wiranto di hadapan peserta peringatan Harlah Ke-70 GP Ansor di Prambanan, kemarin. Kontan massa yang memenuhi pendapa dan tenda-tenda di sekitar Wiranto berbicara memberikan sambutan dengan bertepuk tangan. Mantan Menhankam/Pangab itu hanya tersenyum-senyum. Dia lantas melanjutkan bicaranya dengan menegaskan, seandainya terpilih dirinya hanya akan menjadi presiden satu periode. ''Saya hanya akan menjadi presiden satu periode supaya tidak kotor. Sebab, kalau seorang presiden yang terpilih kemudian memikirkan akan menjadi presiden lagi pada pemilihan berikutnya, setelah tiga tahun pertama dia memimpin, konsentrasinya akan berkurang,'' paparnya. TNI Berpolitik Sementara itu, menanggapi kemunculan dua calon presiden dari purnawirawan TNI, KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menegaskan TNI tidak akan terlibat politik praktis. Urusan politik sudah ada yang menangani dan TNI tak akan mengamamkan atau melakukan tindakan semacamnya bagi kedua calon presiden itu. ''Tidak ada dalam kamus TNI berpolitik praktis. Saya tidak tahu persoalan politik. Itu urusan politikus,'' kata Ryamizard, seusai membuka peringatan hari lahir Gerakan Pemuda Ansor di Bumi Perkemahan Candi Prambanan, kemarin petang. Beberapa tokoh menghadiri acara itu. Yakni, Arifin Panigoro, Fuad Bawazier, Roy BB Janis, Luhut Panjaitan, dan Japto Soerjosoemarno. Hadir pula tokoh organisasi kemasyarakatan pemuda dan para ulama. Susilo Bambang Yudhoyono yang dicalonkan Partai Demokrat dan Wiranto dari Partai Golkar adalah purnawirawan TNI. Berkait dengan kemunculan mereka, Ryamizard menegaskan berkali-kali tidak akan memihak siapa pun. TNI punya komitmen untuk tidak berpolitik praktis. Ketua GP Ansor Syaifullah Yusuf dalam kata pengantar mengungkapkan, bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang kuat dan efektif dan mampu membawa bangsa ini menuju ke kemakmuran. Negeri ini juga membutuhkan TNI yang kuat dan profesional untuk menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. ''Presiden dan wakil presiden dalam pemilu mendatang mendapat mandat penuh dari rakyat karena dipilih langsung. Ini tata cara berpolitik baru dan diharapkan memunculkan pemimpin yang kuat dan efektif,'' kata mantan anggota DPR dari PDI Perjuangan yang berpindah ke PKB itu.(D19-64e) |