| Selasa, 27 April 2004 | PANTURA |
Tukang Becak Tipu CanakerPEMALANG- Tukang becak Parihin (39), warga Desa Kabunan, Kecamatan Taman, Pemalang, nekat menipu puluhan calon tenaga kerja (canaker) karena terdesak kebutuhan ekonomi keluarganya. Dia kini ditahan di Mapolres setelah sebelumnya digebuki para korban di terminal. Uang yang didapatkan sebagai calo canaker tidaklah seberapa. Setiap orang/korban ditarik uang Rp 10.000-Rp 20.000, yang dipakai sebagai ongkos kendaraan ke Jakarta. Namun akhirnya berakibat fatal bagi dirinya. "Saya kepepet kebutuhan untuk makan. Terus-terang uang itu sudah saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga," ujarnya di ruang Reskrim Polres, kemarin. Awal mula praktik calo canaker kecil-kecilan itu ketika tersangka berkenalan dengan Mamad yang mengaku beralamat di Cirebon. Menurut teman barunya itu, sebuah proyek di Padang membutuhkan tenaga kasar cukup banyak. Berapa pun bisa diterima bekerja. Berdasarkan informasi itu bapak lima anak itu kemudian menghubungi salah seorang temannya, Saidin (50), di Desa Sodong, Belik. Dia disuruh mengumpulkan orang untuk tenaga kerja kasar, seperti kuli bangunan. Saidin kemudian merekrut 25 orang. Setiap orang ditarik uang Rp 20.000 untuk ongkos berangkat ke Jakarta. Ternyata tidak saja Saidin yang berusaha mengumpulkan orang untuk diangkut ke Jakarta. Juga Wahyono warga Desa Pegongsoran, yang berhasil mengumpulkan sejumlah orang dan uangnya diserahkan ke tersangka Rp 100.000, Warto, penduduk Semiliran menyerahkan Rp 180.000, dan Carto, warga Desa Semaya menyerahkan uang Rp 300.000. Seluruh uang yang diterima Parihin Rp 850.000. Uang itu telah diserahkan tersangka kepada Mamad Rp 400.000. Sisanya dia makan sendiri. Gagal Menurut rencana, para calon tenaga kerja kasar itu akan diberangkatkan ke Jakarta pada Selasa, 6 April 2004. Namun setelah tiba waktunya para korban belum juga diberangkatkan. Tersangka berjanji korban akan diberangkatkan Sabtu, 10 April. Tetapi lagi-lagi gagal dan janji lagi akan diberangkatkan Jumat, 16 April. Pada hari yang ditentukan itu para korban belum juga diberangkatkan. Karena para mereka sudah tak sabar lagi, akhirnya tukang becak itu dicari di terminal tempat biasa mangkal menarik penumpang. Sabtu (17/4) lalu lelaki tersebut berhasil ditemukan. Dia kemudian langsung digebuki sebelum diserahkan ke Mapolres. Kapolres AKBP Drs Moechgiyarto lewat Kaur Reskrim Iptu Suwarno mengatakan, kendati kerugian yang diderita para korban relatif kecil, kasus tersebut tetap akan diproses. Kini tersangka ditahan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia diancam hukuman di atas lima tahun. Parihin mengaku menyesal. Dia lebih baik memilih mengembalikan uang para korban daripada mendekam di penjara. (sf-74s) |