logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 April 2004 PANTURA
Line

Angkudes dan "Tuyul" Datangi Dishub

  • Diganggu Angkutan Bak Terbuka

SLAWI - Ratusan sopir dan kernet angkutan pedesaan (angkudes) dan angkutan jenis mikrobus yang sering disebut juga bus tuyul, yang tergabung dalam Paguyuban Sinau Gemi, kemarin, mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal.

Sopir dan kernet dua jenis angkutan itu membawa 40 bus tuyul jurusan Tegal-Bumijawa dan 11 unit angkudes jurusan Slawi-Bojong. Kendaraan itu mereka parkir di halaman depan dan belakang kantor tersebut.

Aksi itu menarik perhatian sopir angkutan lain yang mengurus perizinan dan sejumlah warga masyarakat yang mengurus STNK dan BBPKB di Kantor Samsat yang bersebelahan dengan kantor tersebut.

Subagyo, Ketua Paguyuban Sinau Gemi, menyatakan mereka datang ke kantor itu untuk menuntut tindakan tegas Dinas Perhubungan terhadap angkutan liar yang melanggar trayek.

Kendaraan bak terbuka itu menjalani trayek jurusan Tegal-Bumijawa dan Slawi-Bojong dan sama-sama mencari penumpang di jalur utama tersebut.

"Ini sudah cukup lama. Lebih dari dua tahun. Kami sudah cukup lelah protes. Saya mohon polisi dan Dinas Perhubungan bertindak tegas mengoperasi mereka yang bekerja secara liar," kata Subagyo, disambut aplaus rekan-rekannya.

Kurangi Setoran

Hartanto, anggota paguyuban itu, mengemukakan selama dua tahun lebih setoran berkurang karena trayeknya diserobot angkutan liar. Banyak sopir menanggung utang cukup banyak untuk menutup setoran ke pemilik kendaraan.

Dia menunjukkan sejumlah tempat ngetem angkutan bak terbuka di dekat Pasar Trayeman, Slawi Pos, Lebaksiu, pertigaan Yomani, dan Pasar Bojong.

"Kalau trayek Tegal-Bumijawa dan Slawi-Bojong sekadar untuk lewat, kami sangat memahami. Namun kalau menyerobot jatah penumpang kami, ya pelanggaran," tutur Hartanto.

Sejumlah pengemudi dan kernet yang dikumpulkan di ruang depan kantor itu juga mempertanyakan kenekatan pengemudi kendaraan bak terbuka yang mengangkut penumpang. Apakah ada beking aparat keamanan?

Namun Kabag Ops polres Tegal AKP E Zaenal Mutakin dan Kaurbinops Lantas Iptu Ashar membantah keras. Mereka meminta sopir dan kernet tunjuk hidung aparat keamanan itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Haron Bagas Prakoso berjanji segera menindaklanjuti protes sopir dan kernet. Dalam waktu dekat dia menggelar operasi penertiban trayek di jalur yang dipermasalahkan.

"Saya tahu kali ini kami tidak akan janji. Namun lihatlah nanti dampaknya setelah kami menertibkan trayek," tutur Haron. (D12-74g)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA