logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 April 2004 PANTURA
Line

Warga Protes, Raskin Banyak Ulat dan Berbau

  • Lebih Buruk dari Bulan Lalu

PEKALONGAN - Beras untuk masyarakat miskin (raskin) yang dijual di Kelurahan Pasirsari Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan ternyata mutunya sangat jelek.

"Beras yang ditempatkan dalam karung itu banyak ulatnya, sehingga pada kempel (bergandeng-gandengan) dan berbau. Beras jenis ini tidak layak dimakan orang. Saya kira ayam pun akan enggan memakan beras seperti ini," ujar Ridwan, Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Pasirsari.

Untuk jatah bulan Maret yang baru diberikan 23 April lalu, menurut Ridwan, ada sebagian yang rusak dan banyak ulatnya, meski tidak separah jatah bulan April yang dikirim ke Pasirsari, Senin (26/4) kemarin. Karena jatah beras bulan Maret yang rusak tidak begitu banyak, dia menyeleksi lebih dulu untuk kemudian dijual kepada warga Rp 1.000/kg. "Yang jelek tak dibagikan," katanya.

Adib, Ketua RT 04 RW 02 menambahkan, untuk jatah bulan Maret lalu, beras yang dibagikan kepada warganya tidak begitu banyak. Dari 23 kantong (4,6 kuintal) yang akan dibagikan, ternyata hanya 7 kantong (1,4 kuintal) yang terjual. Meski beras itu belum habis, ternyata datang lagi jatah beras untuk April. "Beras itu datang hari ini (kemarin-Red). Namun, karena kualitasnya jelek aparat kelurahan tidak berani membagikan kepada RT-RT, khawatir mendapat protes dari para RT," ujarnya.

Lebih Buruk

Menurut Ridwan, beras yang datang kali ini jauh lebih buruk dibandingkan dengan jatah untuk Maret lalu. Beras yang dinilai cukupan adalah yang berada dalam kantong plastik dengan tulisan warna biru, "Beras petani Indonesia Bulog" dengan gambar bunga. Adapun beras yang ada di dalam kantong yang tulisannya berwana hijau dengan gambar padi, sangatlah jelek.

"Dari luar saja sudah terlihat. Selain warna berasnya cokelat, terlihat ngempel," tuturnya.

Karena itu, warga mengajukan protes ke kelurahan setempat agar tidak dibagikan kepada warga. "Toh warga tak akan ada yang mau membeli," katanya.

Sekretaris Kelurahan Pasirsari Endang Srimaryani SH yang dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya protes dari warganya. Warga protes karena sebelumnya jatah raskin jelek. Ternyata kali ini jauh lebih jelek, sehingga aparat kelurahan tak berani membagikan kepada warga.

Menurut dia, raskin yang dijatahkan untuk warganya 12,44 ton untuk sekitar 2.500 keluarga lebih. Pembagiannya berbeda-beda sesuai dengan jumlah anggota keluarga dalam satu rumah. Karena itu, setiap keluarga ada yang mendapat 5 kg, 7 kg, dan 10 kg, sesuai dengan banyak dan sedikitnya anggota keluarga.

Melihat kenyataan itu, pihak kelurahan protes ke Bulog meski sampai kemarin juga belum mendapat penukaran beras yang bermutu lumayan. "Daripada nanti warga tak mau membayar, lebih baik ditukarkan untuk mendapat ganti dari Bulog," tegasnya. (A15-74k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA