| Selasa, 27 April 2004 | NASIONAL |
SOSOKTak Henti Mencari Ide![]() BAGI seorang seniman, proses kreatif akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupannya. Demikian pula dengan seniman tari yang satu ini. Dia juga tak pernah mengenal kata berhenti untuk selalu berproses kreatif. Mencari dan terus mencari (ide dan gagasan) demi terciptanya sebuah karya seni selalu mewarnai kehidupan Dra Irawati Kusumarasri MSn ketika mantan Putri Solo itu memutuskan terjun secara total ke dunia tari, khususnya seorang koreografer. Hasilnya, banyak sudah karya-karya dia ciptakan. Terakhir, dia menciptakan "Kabut Jingga Di Atas Segaran", sebuah karya tari yang dia sebut sebagai bentuk koreografi arsitektural dengan memanfaatkan kawasan Taman Sriwedari sebagai panggungnya. "Saya memang sedang memfokuskan garapan saya pada bentuk-bentuk seperti itu. Sebab, selain koreografi arsitektural itu belum banyak digarap, saya memandang Solo memiliki tata ruang (kota-Red) yang cukup menarik," ujarnya memberikan alasan. Kini wanita yang tinggal di Jalan Dr Supomo No. 7 Surakarta itu juga menemukan sebuah ide atau gagasan untuk membuat karya baru. Tentu, karya yang nanti dia susun itu masih berbentuk garapan koreografi arsitektural. "Sudah ada pilihan untuk tempatnya, yakni Benteng Vastenberg. Saya ingin mengupas soal sejarah dari benteng yang kini sepertinya tak terawat itu. Sekaligus ingin menyampaikan pesan tentang sejarahnya yang mungkin sudah hilang," jelasnya. Namun, meski sudah bisa membayangkan seperti apa garapannya nanti, ada satu hal yang mengganjal pikirannya. "Terus terang, saya masih bingung untuk pendanaannya. Karena untuk membuat karya seperti "Kabut Jingga Di Atas Segaran", dibutuhkan dana yang tidak sedikit," ujarnya. Sebenarnya, dia berkeinginan untuk menjalin kerja sama dengan pihak-pihak tertentu, yang mungkin bisa menjadi semacam bapak asuh dari karya yang hendak dia ciptakan. Namun, dia masih ragu jika akan melakukan hal tersebut. "Saya masih bimbang, apakah mungkin ada yang mau diajak kerja sama, dan menjadi semacam bapak asuh dari karya yang saya susun nanti."(Wisnu Kisawa-69i) |