| Selasa, 27 April 2004 | NASIONAL |
Perlu Perbanyak Duta Budaya ke LNLaporan Wartawan Suara Merdeka Joko Dwi Hastanto dari Brussel, Belgia. Untuk mengubah citra buruk Indonesia di mata dunia internasional, perlu diperbanyak duta budaya yang harus dikirim ke luar negeri, sebagaimana duta budaya yang kini ada di Brussel, Belgia. Mereka kini menggelar wayang kulit dan wayang golek. Dari duta budaya itu diharapkan citra Indonesia yang kini masih jelek di mata internasional, akan bisa diperbaiki. Hal itu dikemukakan Duta Besar RI di Belgia Sulaeman Abdul Manan saat menerima delegasi kesenian wayang kulit, yang menampilkan dua dalang Ki Manteb Soedharsono dan Ki Eka Cecep Supriyadi, di Kediaman Di Brussel, Minggu malam waktu setempat. Rombongan wayang sebagai duta budaya itu baru saja menerima anugerah penghargaan Master Piece of The Oral and Intangible of Humanity dari Unesco. Rencananya rombongan akan meneruskan perjalanan sebagai duta budaya ke Budapest (Hongaria) dan Wina, Austria hingga awal Mei nanti. Menurut Sulaeman, dari sejak kemerdekaan yang sudah hampir enam abad lamanya, Indonesia selalu saja tertinggal dari negeri tetangga dalam bidang apa pun. Krisis mendera tanpa henti. "Dari seluruh sektor, hanya budaya yang selama ini bersih dan tidak pernah ternoda." Padahal, sangat jelas bahwa dari sisi budaya itu, Indonesia memiliki potensi yang sangat hebat. Budaya itu yang diharapkan bisa menjadi pembersih nama bangsa ini di mata dunia internasional, setelah sekian banyak kasus yang mencoreng muka Indonesia di mata dunia internasional. "Betapa kita tidak sedih, pada saat yang sama kita sedang mencoba memamerkan produk budaya kita di Belgia, Prancis, dan negara lainnya, pada saat yang sama Ambon rusuh lagi. Jadi ini yang membuat kita prihatin," kata Dubes. Berita tentang meletusnya kerusuhan di Ambon begitu gencar menyebar di berbagai media internasional. Berita jelek seperti itu dengan cepat akan ditangkap orang asing dan media yang selalu memberi porsi besar di media mereka. " Lain kalau ada berita bagus, misalnya pemilu berjalan baik, ternyata hanya sehari berita itu muncul di CNN, di media Prancis, Belgia, dan langsung hilang," ujar Sulaeman. Dia meminta, makin banyak dikirim duta budaya, karena hanya itu satu-satunya harapan. Antusias Sementara itu, pertunjukan wayang kulit dan wayang golek di Belgia berlangsung meriah. Ratusan orang yang menyaksikan pertunjukan tersebut merasa kagum. Pergelaran dilakukan dua kali di Gedung Koninklijk Konservatorium Belgia (Minggu 25/4) yang menjadi pusat kegiatan budaya. Kemudian satu pementasan lagi digelar di Gedung Universitas Libre de Bruxelles yang dihadiri sekitar 1.500 orang. (69t) |