| Selasa, 27 April 2004 | MURIA |
Warga Tanyakan Proyek KBT yang Tak Segera SelesaiREMBANG - Sebagian warga Rembang kini mempertanyakan tentang waktu berakhirnya proyek Kawasan Bahari Terpadu (KBT) yang dipusatkan di Desa Tasikagung, Kecamatan Kota Rembang. "Sudah sejak lama proyek itu dibangun, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda selesai. Lalu kapan proyek itu rampung?" tanya Yanto (45), warga Rembang, kemarin. Selain dia, sebenarnya masih banyak lagi warga yang mempertanyakan soal proyek KBT seperti Suratmin (34), Lasdi (41), dan Hariadi (37). Mereka mengaku sering dibuat bingung oleh kebijakan Pemkab, khususnya menyangkut pembangunan proyek KBT. "Apa tujuan dibangunnya proyek KBT itu, sebab masyarakat tidak pernah diajak sosialisasi," ujar Hariadi. Ketua Bappeda Hamzah Fatoni SH menjelaskan, proyek KBT merupakan realisasi konsep pengembangan wilayah berdasarkan sinergi antarsektor dan antarwilayah dalam satu kawasan. Program ini, dimaksudkan untuk memadukan empat sektor, yakni pariwisata dengan pengembangan Taman Rekreasi Pantai Kartini (TRPK) dan sektor perikanan dan kelautan untuk meningkatkan status tempat pelelangan ikan (TPI) Tasikagung menjadi pusat pendaratan ikan (PPI). Selain itu, juga untuk memadukan sektor perhubungan melalui pengembangan pelabuhan menjadi pelabuhan niaga dan terakhir memadukan sektor kimpraswil melalui penataan lingkungan perumahan dan permukiman nelayan di Desa Tasikagung dan sekitarnya. Dia mengakui, pembangunan KBT yang dimulai pada Tahun Anggaran 1999/2000 itu hingga kini belum rampung. Sebab sesuai dengan konsep awal, proyek itu dibangun secara bertahab karena disesuaikan dengan persediaan dana yang ada. Lagi pula, sumber pendanaan proyek tersebut lebih banyak didapatkan dari Pemprov dan Pusat. (jl-85n) |