| Selasa, 27 April 2004 | MURIA |
Haul Syekh Abu Bakar di Pulau PanjangLayak Dikembangkan Jadi Wisata SpiritualJEPARA - Peringatan hari wafat (haul) Syekh Abu Bakar di Pulau Panjang, Jepara punya prospek bagus untuk dikemas atau dikembangkan menjadi kegiatan wisata spiritual. Jika ditangani lebih baik dengan sentuhan Pemkab, tidak mustahil kegiatan itu bisa diperluas dengan pengadaan lomban laut seperti yang digelar setiap habis hari raya Idul Fitri. "Sudah dua tahun ini acara haul ditangani panitia dengan melibatkan masyarakat dan jamaah pengajian. Melihat keinginan warga yang begitu besar, kami berharap pada tahun mendatang kegiatan ini bisa ditangani oleh panitia dari Pemkab Jepara," kata HM Chody, Ketua Panitia Haul. Seniman ukir-patung itu mencontohkan hal yang sama di Pekalongan. Kegiatan wisata spiritual yang semula ditangani jamaah pengajian, akhirnya ditangani panitia dari Pemkot. Pemilik Chody Art Gallery itu pun akan membuka lebar rumah dan galerinya jika dipakai untuk rangkaian kegiatan haul pada masa mendatang. "Kami mengharapkan, tahun depan Pemkab bisa mengambil alih kegiatan ini. Kami akan mendukung sepenuhnya agar dapat tercapai." Bupati Jepara Drs H Hendro Martojo yang ikut menghadiri haul kemarin, menyambut positif kegiatan tersebut. Paling tidak, jumlah pengunjung jauh lebih besar dari kegiatan sebelumnya. "Hanya tadi ada yang telepon, Pak, pergi ziarah kok ditarik karcis saat masuk Pantai Kartini," ujar Hendro menirukan ucapan seorang warga. Bupati kemarin langsung memerintahkan Dinas Patiwisata untuk membuat kebijakan memberikan tiket separo harga dari hari-hari biasa. "Sebetulnya, yang mrobos jauh lebih banyak. Sebab, pagi-pagi sekali mereka sudah berangkat," cetus Hendro. Tentang harapan panitia agar Pemkab bisa mengambil alih kepanitiaan, Hendro belum dapat memberikan gambaran. Sebab pada prinsipnya, jika suatu kegiatan ditangani warga masyarakat sudah bisa berjalan dengan baik, mengapa harus diserahkan kepada pemerintah. Namun, dia menyatakan sangat mendukung kalau kegiatan tersebut diperbaiki pelaksanaannya pada masa mendatang agar menjadi kegiatan wisata spiritual yang lebih menarik perhatian pengunjung. Haul yang sudah diadakan dua kali itu Senin (26/4) kemarin tak hanya dihadiri jamaah asal Jepara. Para peziarah juga datang dari kota-kota di Jateng dan sekitarnya. Bahkan ada yang sudah bermalam beberapa hari sebelum puncak acara haul. Seperti yang dituturkan Ahmad, pemuda asal Nganjuk (Jatim). Ia datang dengan beberapa kawannya sejak Sabtu lalu dan langsung menginap di kompleks musala/makam Syekh Abu Bakar yang sudah dibangun megah dalam setahun terakhir ini. Para peziarah memadati areal di sekitar musala/makam, ketika Ketua MUI Jateng Habib Luthfi tiba untuk memimpin haul. Hadir sejumlah kiai kenamaan di Jepara antara lain KH Sahil, KH Shobib, dan Gus Nafi' (Kajen Pati). Para pejabat yang hadir antara lain Bupati Jepara Drs H Hendro Martojo, Kapolres AKBP Fakhrizal, Kepala Dinas Pariwisata Drs Suyono, Dirut Perusda Soekarlan, dan Kabag Kesmas Kharon Syariefudin. Mauludan Seusai haul di Pulau Panjang, sebagian peziarah langsung bergabung di rumah HM Chody, sekitar 1 km sebelah utara Pantai Kartini. Pengajian sore itu dimaksudkan untuk memperingati Maulid Nabi (mauludan) dengan penceramah Habib Lutfhi. Hadir pula Wakil Bupati H ALi Irfan Mukhtar. Warga yang hadir, sebelum mengikuti pengajian dipersilakan menikmati makan siang dengan hidangan khas nasi kebuli. Hidangan itu ditaruh dalam nampan lebar sehingga sekitar empat sampai enam orang bisa makan bersama. Dalam ceramahnya, Habib Luthfi mengingatkan umat Islam untuk dapat mencontoh perilaku Rasulullah agar mendapat keselamatan dunia dan akhirat. Secara khusus, dia mengingatkan umat untuk memperhatikan persoalan kesehatan, baik yang berkaitan dengan makanan maupun dalam kehidupan sehari-hari. (kar-85n) |