| Selasa, 27 April 2004 | MURIA |
Ketua DPC PDI-P Dimosi Tak Percaya
PATI- Sabtu (24/4) lalu, 20 dari 21 pengurus anak cabang (PAC) PDI-P Pati menyampaikan mosi tak percaya kepada Ketua DPC FX Mulyatno ke DPD PDI-P Jawa Tengah. Senin (26/4) kemarin, giliran Forum PAC mengirim utusan ke Jakarta. Dengan tujuan tak jauh berbeda dari sebelumnya. Yakni, menemui pengurus DPP untuk menyampaikan mosi tak percaya itu. Seorang utusan, HM Sugihardi, menyatakan 12 orang utusan Minggu lalu sudah tiba Jakarta. Selain menyampaikan mosi tak percaya, rombongan juga menyampaikan rekomendasi dari DPD. Namun dia tak menjelaskan bentuk rekomendasi itu. Jadi, kata dia, upaya pengurus PAC telah menindaklanjuti mosi tak percaya sesuai dengan mekanisme. Yakni, FX Mulyatno segera diberhentikan dari jabatan sebagai Ketua DPC PDI-P karena gagal memimpin partai. Hal itu bisa dilihat dari perolehan kursi PDI-P di DPRD yang hanya 16. Itu penurunan drastis dari perolehan kursi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 1999 21 kursi. Karena masalah itu berkait dengan kepemimpinannya, Mulyatno harus mempertanggungjawabkan kinerjanya. Sugihardi menyatakan tak ada alternatif terbaik, kecuali Mulyatno harus diberhentikan. Namun wewenang itu berada di tangan DPP, sehingga dia terpaksa meminta pemimpin pusat secepatnya mencopot. Jika tuntutan PAC dibiarkan, dia memastikan berdampak buruk terhadap keberadaan DPC. Konfercablub Selain mosi tak percaya, kata Sugihardi, utusan PAC mengusulkan DPP memberikan rekomendasi penyelenggaraan konferensi cabang luar biasa (konfercablub). Itu berkait dengan upaya meminta pertanggungjawaban kepengurusan DPC PDI-P yang dipimpin FX Mulyatno, sehingga kegagalan memimpin partai tak harus dibebankan kepada satu orang. Namun penyelenggaraan konferensi itu tidak sekarang. Paling tepat dilaksanakan setelah putaran pertama pemilihan presiden, 5 Juli. Adapun hasil utusan forum PAC tentu menunggu mereka bisa bertemu pengurus DPP. Apakah upaya itu merupakan salah satu cara menjegal FX Mulyatno agar tak terpilih sebagai calon Ketua DPRD? Sugihardi menyatakan tindakan forum PAC itu sama sekali tidak berkait dengan masalah tersebut. Menyikapi soal jabatan Ketua DPRD, terbentuk dua kubu di kalangan PDI-P yang memperoleh 16 kursi. Yakni, kubu Sunarwi yang disebut-sebut mendapat dukungan penuh dari Drs H Soepito MM dan kubu H Soeparmin. Sebagaimana dikabarkan, diduga akibat perolehan kursi PDI-P di DPRD Pati berkurang, 20 dari 21 PAC tak memercayai Ketua DPC FX Mulyatno. Sabtu (24/4) lalu, mereka beramai-ramai ke Semarang untuk menyampaikan mosi tak percaya itu ke DPD PDI-P Jawa Tengah.(ad-85g) |