logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 April 2004 INTERNASIONAL
Line

Peralihan Kekuasaan di Singapura Masih Lama

SINGAPURA - Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong akan mengundurkan diri, tahun ini. Namun dia mengungkapkan bahwa penyerahan kekuasaan kepada wakilnya, Lee Hsien Loong, tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

Setelah negara kota itu mengumumkan angka pertumbuhan empat bulan pertama yang mengejutkan pada awal bulan ini, spekulasi merebak mengenai penyerahan kekuasaan kepada Lee - putra tertua pendiri Singapura modern, Lee Kuan Yew - dilakukan sebelum akhir Juni.

Goh mengatakan dalam perayaan ulang tahun ke-50 Partai Aksi Rakyat (People's Action Party - PAP) akhir pekan lalu bahwa dia memperkirakan perekonomian Singapura akan terus mencapai momentumnya selama sisa tahun ini.

Perekonomian Singapura tumbuh mengejutkan mencapai angka tahunan 11 persen, antara Januari dan Maret.

"Ini berarti, saya dapat berencana untuk mundur tahun ini," katanya.

Namun Goh, PM kedua Singapura sejak kemerdekaan negara itu pada 1965, kemudian menegaskan bahwa proses transisi yang belum ditetapkan tanggalnya itu bisa menjadi kepastian bagi adanya suksesi.

Goh, yang memegang jabatan puncak itu sejak November 1990, mengatakan dia berencana untuk melakukan perjalanan internasional pada Mei dan Juni. Perjalanan tersebut dimulai dengan suatu kunjungan ke Gedung Putih untuk bertemu dengan Presiden AS George W Bush, 5 Mei.

Rombak Kabinet

Dia juga berencana merombak kabinet dalam beberapa bulan mendatang. "Dan setelah itu, bergantung pada kapan saya menentukan waktu yang tepat untuk mundur, saya kemudian akan mengadakan pertemuan dengan anggota parlemen dari PAP, untuk mengangkat atau mendukung pemimpin baru," kata Goh.

Perubahan di pucuk pimpinan PAP - yang terus-menerus memerintah Singapura sejak kemerdekaan - merupakan peristiwa yang jarang terjadi sehingga ada beberapa aturan formalnya.

Pada 1990, PM waktu itu Lee Kuan Yew, secara formal mengumumkan suksesi sekitar enam pekan sebelum tanggal transisi kekuasaan.

Kali ini Goh menominasikan Wakil PM Lee untuk menggantikannya, dalam suatu pidato yang disiarkan televisi Agustus lalu.

Namun dia mengatakan dalam sebuah wawancara awal tahun ini bahwa penggantinya akan dipilih "bukan oleh ayahnya, atau bahkan saya. Dia harus dipilih oleh rekan-rekannya, anggota Parlemen".

Lee Hsien Loong (52), putra tertua Lee Kuan Yew, masih diperkirakan akan mengambil-alih jabatan puncak tersebut. Namum kapan anggota parlemen dari PAP mendukung perubahan itu masih misterius, dan hanya Goh yang tahu jawabannya.

"Saya akan memberitahu mereka bahwa saya siap lengser sekarang. Izinkan saya tahu siapa yang akan menjadi pemimpin baru tersebut," katanya, pada akhir pekan lalu tanpa memberikan batas waktu apa pun.

Laporan-laporan media Singapura mempersoalkan apakah Lee muda mempunyai tingkat dukungan publik yang sama dengan Goh, yang gaya sederhananya mendapat sambutan lebih baik dibandingkan Lee tua, yang pendekatannya lebih keras dan otoriter.

Namun jika ada keraguan mengenai hasilnya, Goh mengatakan: "Mereka akan mendukung Wakil PM Lee. Itu pandangan saya."(rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA