logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 April 2004 EKONOMI
Line

2005 Pelanggan CDMA Tumbuh 1%

JAKARTA-Pertumbuhan pengguna layanan komunikasi berbasis Code Multiple Division Access (CDMA) diperkirakan baru mencapai 1% pada tahun 2005. Angka itu jauh lebih kecil dari Global System for Mobile Commucication (GSM) yang tumbuh di atas 10%.

"Pertumbuhan pengguna CDMA baik seluler maupun telepon tetap nirkabel (fixed wireless access) masih kecil," kata Roy Suryo, pakar telekomunikasi dan informatika, kemarin.

Saat ini, lanjut dia, jumlah pelanggan TelkomFlexi baru sekitar 600.000 nomor, pelanggan Esia sekitar 200.000 nomor, dan pelanggan seluler berbasis CDMA Mobile 8 Fren kurang dari 500.000 nomor.

Sementara itu pelanggan seluler berbasis GSM hingga akhir tahun 2003 telah mendekati 18 juta nomor dan pada akhir tahun 2004 diperkirakan 26 juta hingga 27 juta.

Menurut dia, komunikasi berbasis CDMA butuh waktu sekitar dua tahun lagi agar mampu memasuki pasar komunikasi di Indonesia yang memang besar.

''Meski demikian bukan berarti penetrasi GSM akan menurun, tetapi CDMA hanya akan tumbuh jika semua aspek dalam industri telekomunikasi bisa setara dan berjalan secara bersamaan,'' jelasnya.

Ia menjelaskan secara teknis teknologi CDMA akan terus berkembang sebagaimana CDMA One yang digunakan pada awal tahun 1990-an yang mampu mengirim suara dan data sebesar 115 Kilobyte per detik (Kbps).

Memasuki awal tahun 2000, kata dia, teknologinya meningkat menjadi CDMA 2000 1x dengan kapasitas hingga 1,25 Megabyte per detik (Mbps), sedangkan teknologi terkhir adalah CDMA 1X EV dan DV dengan kemampuan 2,4 Mbps hingga 4,8 Mbps.

Roy mengingatkan kunci sukses layanan komunikasi berbasis CDMA ke depan antara lain ada pengaturan (regulasi) dari pemerintah yang membedakan layanan CDMA dengan seluler, terutama pada frekuensi yang digunakan.

"Secara teknologi antara CDMA dan GSM nanti tidak akan berbeda, tetapi yang membedakan adalah tarif antaroperator penyelenggaranya," tambahnya.

Dia berharap regulasi yang dilakukan pemerintah terhadap layanan tersebut tidak absolut atau mutlak, serta antara GSM dan CDMA harus diperlakukan sama.

Selain itu, layanan CDMA mutlak perlu didorong oleh pertumbuhan industri terminal telepon (handset) dalam jumlah dan bentuk yang lebih banyak dari saat ini.(ant-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA