| Selasa, 27 April 2004 | EKONOMI |
Harga Sayuran AnjlokPURBALINGGA-Para petani sayuran di Desa Serang, Kecamatan Karangreja mengeluh karena harga beberapa jenis sayuran anjlok. Dari sejumlah komoditas tersebut hanya kobis yang naik, yakni dari Rp 200-Rp 400 kini menjadi Rp 800/kg. ''Kenaikan harga kobis karena saat ini barangnya jarang atau sedikit, sedangkan jenis sayuran lainnya turun karena produksinya melimpah,'' kata Yasroni, Kepala Desa Serang, kemarin. Sejumlah petani menyebutkan sayuran yang harganya turun antara lain muncang. Sebelum Januari harganya bisa menembus Rp 4.000/kg. Namun karena sekarang barangnya melimpah akibat pada Januari lalu banyak petani yang menanam, harganya turun menjadi Rp 800-Rp 900/kg. Penurunan harga juga terjadi pada cesim. Satu kilogram jenis sayuran itu saat ini hanya laku Rp 600 padahal sebelum ini bisa mencapai Rp 1.000/kg. Kepala Desa Yasrori berharap Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko MSi serta pihak terkait lainnya bersedia turun tangan supaya harga sayuran tidak terlampau berfluktuasi atau turun-naik secara tajam. Desa Serang selama ini memang dikenal sebagai sentra sayuran. Di desa berhawa sejuk yang berada di kaki Gunung Slamet itu ada sekitar 1.050 keluarga yang menanam sayuran, misalnya kobis, cesim, muncang, wortel, serta kentang di atas lahan seluas hampir 400 ha. Selama ini sayuran produksi Serang dipasarkan di Subterminal Agribisnis Desa Kutabawa, dan selanjutnya dikirim ke sekitar Purbalingga, Purwokerto, hingga Jakarta, Bandung, dan Bogor. Secara umum Kabupaten Purbalingga memiliki potensi komoditas sayuran yang cukup baik, contohnya kentang, kobis, wortel, tomat, dan bawang daun. Data statistik tahun 2003 menunjukkan luas panen kentang mencapai 442 ha dengan produksi sebesar 9.738 ton atau produktivitasnya 220,21 kuintal/hektar. Luas panen kobis mencapai 341 ha dengan produksi 5.459 ton atau 160,09 kuintal/hektar. Luas panen wortel 197 ha dan produksinya mencapai 4.022 ton atau 204,15 kuintal/ha. Luas panen bawang daun 171 ha dengan produksi 583 ton atau 34,10 kuintal/ha.(F10-53) |