| Selasa, 27 April 2004 | EKONOMI |
OCBC Bank Beli 22,5% Saham Bank NISPBANDUNG-OCBC Bank, bank tertua di Singapura akan merealisasi pembelian saham Bank NISP sebanyak 22,5%. Pelaksanaan transaksinya dilakukan Rabu 28 April besok. "Komitmen OCBC Bank telah dituangkan dalam perjanjian pembelian saham senilai sekitar Rp 602 miliar yang penentuannya didasarkan pada 2,5 kali nilai buku perusahaan," kata Andayani Pusparini, Corporate Communication Division Head Bank NISP, kemarin. Ia menyebutkan total ekuitas Bank NISP pada akhir tahun 2003 lalu telah mencapai Rp 1,1 triliun. Harga yang disepakati tersebut lebih tinggi 49% dari harga penutupan saham pada 19 Maret 2004 di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Rencana pembelian saham tersebut, menurut dia, akan terlaksana setelah mengikuti peraturan yang berlaku baik di Singapura maupun Indonesia. Ia menambahkan pembelian saham itu menyebabkan sebagian besar saham Bank NISP akan dimiliki oleh dua institusi global, yakni International Global Finance Corporation (IFC) yang merupakan anggota World Bank serta OCBC Singapura, bank ketiga terbesar di Asia Tenggara. "Selain itu, OCBC Bank akan menjadi pemegang saham institusi terbesar kedua setelah pihak pendiri Bank NISP," ujarnya. Meski demikian, lanjut Andayani, pembelian saham oleh OCBC Bank tidak akan memengaruhi kebijakan moneter pada Bank NISP. Bahkan sebaliknya dapat membuka pangsa pasar bank tersebut di luar negeri. Buka Cabang Paling tidak, kata dia, ke depan nanti banknya akan membuka on-line transaksi di Singapura serta tidak menutup kemungkinan membuka cabang di negeri jiran itu. Minat OCBC Bank membeli saham Bank NISP, tutur dia, secara tidak langsung menunjukkan ada kepercayaan dari bank yang berpusat di Singapura itu kepada pihaknya sebagai bank lokal yang dianggap bagus. Andayani menyebutkan hubungan Bank NISP dengan OCBC Bank sebenarnya sudah terjalin sejak tahun 1996. Saat itu kedua pihak membentuk bank campuran, yakni PT Bank OCBC NISP, yang kini bernama PT Bank OCBC Indonesia. "Hubungan baik tersebut sekarang akan ditingkatkan menjadi kepemilikan saham," jelasnya. Sebelumnya, Presiden Direktur Bank NISP Pramukti Surjaudaja mengungkapkan pembelian saham selain bertujuan mengantisipasi globalisasi dan ketentuan Arsitektur Perbankan Indonesia, agar banknya makin berkembang sehat, dinamis, dan terpercaya untuk kepentingan para stakeholder-nya.(ant-53) |