| Selasa, 27 April 2004 | EKONOMI |
Emas Masih Dominasi Agunan PegadaianSEMARANG- Meski harga emas terus turun, tak memengaruhi minat masyarakat menjadikannya sebagai agunan kredit di pegadaian. Di Kantor Perum Pegadaian Cabang Depok misalnya, jumlah agunan emas masih mendominasi karena jumlah 80%. Sisanya, 20%, terdiri atas kendaraan roda dua dan empat, peralatan elektronik, serta sebagian kecil kain. "Memang harga emas berfluktuasi dan cenderung menurun, tetapi masyarakat tetap memilih untuk dijaminkan daripada barang lain seperti peralatan elektronik," kata Edi Warnoto, Manager Perum Pegadaian Cabang Depok, kemarin. Penurunan harga emas itu, lanjut dia, berdampak pada nilai taksiran yang juga berpatokan pada harga yang berlaku di pasaran. Dia mengemukakan, pada Maret lalu Pegadaian Cabang Depok menyalurkan kredit Rp 2,5 miliar, dan hingga 22 April Rp 2 miliar. "Diperkirakan, hingga akhir bulan ini nilai kredit yang dikucurkan Rp 2,5 miliar," jelasnya. Menurut penjelasan dia, tujuan nasabah mengajukan permohonan kredit untuk berbagai keperluan, antara lain menambah modal usaha untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anak. Mereka, ujar dia, memilih pegadaian karena prosedurnya lebih mudah dan fleksibel. Nasabah bisa mendapat dana segar hanya dalam hitungan menit dan tidak berbelit-belit prosesnya. Dia menyebutkan, yang menarik adalah terjadi penurunan agunan berupa kendaraan roda empat. Di Cabang Depok hanya ada tujuh buah, sedangkan roda dua 60-an buah. "Penurunan jumlah agunan kendaraan roda empat, karena di samping harganya terus turun, pegadaian juga membatasi yang bisa digadaikan hanya keluaran 1989 ke atas," ungkapnya. Tidak Kaku Meski demikian, pihaknya tidak bersikap kaku. Kendaraan buatan di bawah 1989 asal kondisinya masih sangat layak dan memiliki nilai jual tinggi, bisa dijadikan agunan dengan kebijakan khusus. Dia mengungkapkan, walaupun yang digadaikan rata-rata barang bernilai tinggi, para nasabah kebanyakan hanya mengajukan kredit Rp 5 juta - Rp 10 juta. Nasabah yang jaminannya berupa kain batik atau jenis kain lainnya, lanjut dia, nilai kredit yang diajukan hanya ratusan ribu rupiah. Itu karena nilai agunannya tidak cukup untuk dijadikan jaminan utang dalam jumlah jutaan rupiah. Sementara itu, pantauan di pusat perdagangan emas Jalan Kranggan Semarang kemarin menunjukkan, meski terjadi penurunan harga yang tajam, tidak berpengaruh pada jumlah pembeli. "Tidak ada peningkatan pembelian hari ini (kemarin-Red). Mungkin masyarakat masih memilih menggunakan dananya untuk kebutuhan lain," ujar Agus Setiawan, pemilik Toko Emas Merak. Harga emas turun drastis dalam tiga hari terakhir. Harga emas 99,9% yang menjadi patokan harga dasar turun dari Rp 114.000 menjadi Rp 108.500 atau 5,6%. Kemudian, emas kadar 90% harganya menjadi Rp 102.600, 85% (Rp 96.900), 75% (Rp 85.500), dan 70% (Rp 79.800). Harga tersebut terendah dalam enam bulan terakhir. (G2-53j) |