logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 April 2004 EKONOMI
Line

Prudential Tak Beroperasi Sementara

  • Nasabah Ditangani Agen

SEMARANG-Menyusul keputusan pailit terhadap PT Prudential Life Assurance oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 23 April lalu, sejak kemarin kantor-kantor perusahaan asuransi jiwa itu untuk sementara berhenti beroperasi, termasuk Kantor Cabang Semarang.

Di Kantor Cabang Semarang yang menempati sebuah gedung di Jalan Indraprasta tidak terlihat ada aktivitas. Pintu kantor yang terletak di lantai II itu tertutup rapat dan orang luar tidak diperbolehkan masuk.

Sejak pagi sejumlah nasabah tampak di kantor tersebut, tapi beberapa orang yang ditemui enggan memberikan keterangan. Dari wajah mereka tampak jelas ada kecemasan. "Jangan tanya saya, langsung saja ke dalam," ujar seorang nasabah wanita.

Hal serupa juga diungkapkan oleh nasabah lain. Mereka rata-rata memilih diam atau menolak menjawab pertanyaan soal nasib dana mereka di perusahaan asuransi tersebut.

Berapa nasabah Prudential di Semarang hingga kemarin belum diperoleh data yang pasti. Namun, diperkirakan ada ratusan orang.

Di lantai I gedung tersebut yang merupakan kantor sebuah perusahaan properti juga tidak ada karyawan Prudential yang bisa dimintai keterangan. "Keterangan pers hanya dari kantor pusat," kata Indah, karyawan perusahaan properti yang diberi tugas menerima tamu.

Ketika ditanya di mana dan kepada siapa nasabah meminta penjelasan, dia menyatakan itu sudah ditangani oleh masing-masing agen. "Maaf kami tidak bisa memberikan keterangan apa pun. Langsung saja berhubungan dengan Prudential di pusat," tegas dia.

Di Jakarta

Kantor pusat Prudential di Menara Thamrin Jalan MH Thamrin Jakarta kemarin didatangi ratusan pemegang polis yang meminta penjelasan kepada pihak manajemen soal polis mereka dan karyawan yang menunggu nasib mereka.

"Penutupan itu hanya untuk sementara karena pihak manajemen tengah mengajukan banding atas keputusan pailit tersebut," kata seorang petugas satuan pengamanan.

Salah seorang pemegang polis, Michael, mengatakan, kejadian itu cukup mengkhawatirkan meskipun ada jaminan dari manajemen bahwa polisnya tetap dilindungi. "Saya tadi diterima oleh customer service Prudential. Dia mengatakan perusahaan tetap menjamin semua polis dan akan menelepon jika ada perkembangan lebih lanjut karena kasus pailit itu belum mempunyai kekuatan hukum tetap," tutur dia.

Namun, dia mengaku tetap khawatir meskipun sudah mendapat penjelasan itu karena urusan pengadilan tidak mudah dan biasanya lama.

Sementara itu, kuasa hukum Prudential, Kemalsjah, Chemby & Svrilline, mencoba menenangkan para pemegang polis yang resah dengan menempelkan pengumuman yang berisi antara lain pernyataan bahwa keputusan pailit belum memiliki kekuatan hukum tetap karena Prudential akan mengajukan banding ke pengadilan.

Selain itu, tertulis bahwa Prudential akan menjamin semua polis karena tingkat kesehatan keuangan atau risk base capital (RBC) Prudential mencapai 255% per 31 Desember 2003. Itu menunjukkan perusahaan itu memiliki modal cukup dan sehat.

Hingga siang pemegang polis, karyawan, dan para agen Prudential masih duduk-duduk di pelataran gedung menunggu penjelasan dari manajemen soal kelanjutan nasib mereka.

Semua berharap manajemen dapat menyelesaikan masalah secara cepat agar tidak membuat para nasabah, karyawan, dan agen telantar.

"Walaupun tidak ada aktivitas sebagaimana biasa, kami mengharapkan perusahaan tidak mengurangi hak kami berupa uang makan dan transpor," tutur salah seorang karyawan Prudential.

Presiden Direktur PT Prudential Life Assurance Charlie E Oropeza dalam keterangan pers sebelumnya mengatakan, pihaknya akan mengajukan banding atas keputusan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang menerima gugatan pailit.

Sebagaimana diberitakan, PT Prudential Life Assurance diputus pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Jumat pada pekan lalu. Putusan tersebut didasarkan atas utang perusahaan yang jatuh tempo Rp 1,45 miliar kepada konsultan agennya, Lee Boon Siong. (G2,ant-53e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA