logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 27 April 2004 BANYUMAS
Line

Penjaga Sawah Diikat, Traktor Disikat

CILACAP - Penjahat tampaknya sudah tidak memilih lagi tempat untuk beraksi. Jika perlu di sawah berlumpur pun mereka beraksi, asal ada barang berharga dapat mereka curi.

Sebuah traktor di tengah sawah berlumpur di Desa Cimangu, Kecamatan Cimanggu, Jumat (23/4) malam lalu, misalnya, dilaporkan dirampas tiga orang pria bertubuh gempal.

Sebelum menguasai traktor, perampok itu melumpuhkan penjaga sawah.

Mereka mengikat dan menyekap kedua penjaga. Kedua orang itu baru dapat melepaskan diri setelah perampok pergi.

''Waktu itu sekitar pukul 20.00 WIB. Saya bersama Wagiyo duduk di gubuk di tengah sawah untuk menjaga traktor Darwono,'' kata Urip, seorang penjaga, dalam laporan di Polres Cilacap.

Urip menuturkan saat asyik mengobrol tiba-tiba datang tiga orang.

Tanpa basa-basi ketiga orang itu mengeluarkan golok dan menyergap Urip dan Wagiyo.

Setelah itu mereka mengikat kaki dan tangan keduanya dengan kain sarung.

''Setelah kaki dan tangan diikat kami ditelungkupkan di balai-balai gubuk. Kami dijaga satu dari tiga pencuri itu,'' kata Urip.

Dua perampok lain, ujar dia, menuju ke mesin traktor 30 m dari gubuk. Mereka melepas beberapa bagian mesin untuk mempermudah membawa barang curian tersebut.

''Setelah agak lama ketiganya pergi membawa bagian-bagian mesin trakor dan meninggalkan kami yang tak berdaya,'' kata dia.

Akibat pencurian itu, pemilik mesin rugi sedikitnya Rp 6 juta.

Kepolisian saat ini masih menyidik kasus itu. Polisi menemukan sebuah senter merek Tiger Head dan kain sarung kotak-kotak di sawah tersebut.

Tenggelam

Sementara itu, seorang siswa kelas III sekolah dasar (SD) di Desa Karangkemiri, Kecamatan Maos, tewas tenggelam. Korban, yakni Kuat Yulianto (8), bersama ketiga temannya berenang di saluran irigasi Jumat (23/4) sore lalu. Namun usai berenang, ketiga temannya tak melihat Kuat.

Mereka menunggu beberapa saat, namun Kuat juga muncul-mucul juga. Karena panik ketiga anak itu melapor kepada warga desa sekitar.

Warga desa mencari Kuat di sepanjang aliran irigasi. Pada jarak 400 m dari tempat mereka berenang, warga desa menemukan mayat Kuat.

Diyakini dia meninggal karena tak bisa berenang di saluran irigasi berkedalaman 1,8 m selebar 8 m itu. (G21-34g)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA