logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 April 2004 SALA
Line

KPU Besok Gelar Pencoblosan Ulang

  • Biaya Ditanggung Pemkab

KARANGANYAR- Setelah melalui perdebatan sengit lebih dari dua jam dengan Muspikab dan Panwas Pemilu, akhirnya KPU Karanganyar bersedia menggelar pencoblosan ulang di beberapa TPS di daerah pemilihan (DP) 1 di Desa Pendem dan Munggur, Kecamatan Mojogedang, yang dinilai bermasalah.

Sebab kartu suara TPS tersebut tertukar dengan TPS di DP 5 Kecamatan Colomadu dan Gondangrejo. Menurut rencana, pecoblosan ulang digelar besok pagi dengan biaya seluruhnya ditanggung Pemkab. Selain empat anggota KPU, Drs Sucipto, Ir Kharis Triyono, Sarilan M Ali SPd, dan Harun Waskito serta empat anggota Panwas, Koes Rasmono, Kustawa Esye, Ir Catur Lukito, dan Iptu Slamet hadir dalam pertemuan yang digelar di ruang Melati, pendapa rumah dinas Bupati, juga Bupati Hj Rina Iriani SR Spd MHUm, Wakil Ketua DPRD Suparman ET, Kapolres AKB Amrin Remico, Komandan Kodim Letkol Syaharuddin, serta Kajari Soekardjo Qaolany SH.

Jauh hari sebelumnya, beberapa pihak seperti Panwas, PDI-P, Partai Patriot Pancasila, dan para calon anggota legislatif (caleg) yang merasa dirugikan mendesak KPU untuk menggelar pencoblosan ulang. Namun saat itu, KPU bersikeras menolak.

Dengan alasan, sesuai dengan undang-undang kartu suara dalam satu DP yang tertukar dan telanjur dicoblos dianggap sah. Sebab waktu itu sudah ada kesepakatan antara KPPS atau PPK dan para saksi sebagai wakil partai politik peserta pemilu.

Setelah pertemuan dengan Muspikab, KPU langsung menindaklanjuti dengan menggelar pertemuan bersama PPK, Panwas Pemilu, dan Panwas Kecamatan. Tujuannya untuk mengidentifikasi segala permasalahan dan mengumpulkan logistik pemilu, seperti kartu suara untuk persiapan pecoblosan ulang besok pagi.

Kebutuhan

Ir Kharis Triyono, anggota KPU yang membidangi masalah kampanye dan pemilihan mengungkapkan, pencoblosan ulang yang akan digelar besok pagi di Desa Pendem dan Munggur bukanlah atas desakan atau intervensi Pemkab.

''Pencoblosan ulang itu harus digelar, karena kebutuhan dari beberapa pihak setelah KPU melakukan pengkajian bersama,'' tandas dia ketika dicegat wartawan seusai mengikuti pertemuan, kemarin.

Kalau memang membutuhkan, kenapa baru dilakukan besok pagi, tidak jauh hari sebelumnya ketika beberapa pihak melakukan protes? ''Dalam pencoblosan ulang tentu saja KPU memilih waktu yang tepat. Di samping itu juga menunggu emosi para kader partai reda terlebih dahulu,'' ungkap dia, yang buru-buru masuk mobil.

Bupati Rina Iriani menandaskan, kesepakatan pencoblosan ulang di beberapa TPS yang dinilai bermasalah diharapakan dapat menyelesaikan masalah yang selama ini muncul tapi tak kunjung selesai-selesai. Menurut dia, pencoblosan ulang merupakan penyelesaian akhir terbaik sehingga masalahnya tidak terkatung-katung. ''Pemkab hanya memfasiliatsi dalam pecoblosan ulang besok, termasuk dalam hal dana,'' tambah dia yang mengaku lega. (G8-49s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA