logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 April 2004 PEMILU 2004
Line

PDI-P Harus Gandeng Partai Lain

  • Rebut Posisi Pimpinan Dewan

SEMARANG-Partai-partai yang bakal memiliki wakil di DPRD Jateng pada periode 2004-2009 mulai menggalang komunikasi politik untuk merebut kursi Ketua Dewan.

Apalagi anggota legislatif hasil Pemilu 2004 diperkirakan tidak ada partai politik yang bisa mendominasi kekuatan Dewan.

PDI-P diprediksi memiliki 31 kursi, Partai Golkar 18 kursi, PKB 15 kursi, PPP dan PAN masing-masing 10 kursi, Partai Demokrat 9 kursi dan PK Sejahtera 7 kursi. Melihat perolehan kursi itu, PDI-P yang memiliki suara terbanyak bisa jadi harus menggandeng partai lain untuk memuluskan kadernya duduk sebagai Ketua Dewan. Demikian pula dengan Partai Golkar, saingan terdekatnya.

''Tidak ada partai yang memiliki kursi mencolok. Karena itu tidak ada jalan lain, kecuali melakukan koalisi dengan partai politik lain,'' kata Ketua FKB Abdul Kadir Karding di ruang kerjanya kemarin.

Dia mengakui, saat ini antarpartai melakukan komunikasi secara intensif menyangkut posisi pimpinan Dewan mendatang. PKB sendiri juga melakukan berbagai pendekatan dengan partai-partai di Jateng, terutama yang memiliki wakil di DPRD Jateng. Bahkan partai itu mengakui membuka pintu untuk berkoalisi dengan PDI-P.

Lakukan Penjajakan

Kadir tidak menyangkal adanya koalisi dengan partai berlambang kepala banteng dalam lingkaran itu. ''Tidak hanya terhadap PDI-P, PKB juga telah melakukan penjajagan dengan partai lain, seperti Partai Golkar, PPP, PAN, maupun PKS. ''Namun itu baru omong-omong saja, belum ada kesepakatan apa pun,'' katanya.

Kandidat ketua Dewan juga sudah mulai ramai dibicarakan. Dari PDI-P disebut-sebut nama Murdoko, kemudian HM Hasbi dari Partai Golkar, dan Hanif Muslih dari PKB. Saingan terberat dari PDI-P bisa jadi dari Partai Golkar, mengingat perolehan kursinya paling besar. Apalagi jika Partai Demokrat tidak mendirikan fraksi sendiri, tetapi bergabung ke Fraksi Partai Golkar.

PKB sendiri dengan perolehan 15 kursi, rupanya tidak terlalu ngotot menjadi Ketua Dewan, tetapi mengincar posisi wakil ketua. ''Yang jelas saat ini PKB bisa bergabung ke mana saja. Platform kami selaras dengan partai-partai agamis, juga terhadap partai-partai nasionalis.''

Sesuai dengan Susduk No 22.2002, ketua dan perangkat Dewan dipilih secara langsung oleh anggota Dewan. Perebutan posisi puncak di legislatif Jateng itu semakin seru apabila PK Sejahtera dan Partai Demokrat mendirikan fraksi sendiri. ''Meski yang bisa mendirikan fraksi minimal memiliki 1/10 anggota dari keseluruhan, namun bisa jadi ada kesepakatan-kesepakatan lain,'' katanya.

Didesak kesepakatan-kesepakatan lain itu, Kadir yang baru saja disepakati Rapat Paripurna menjadi wakil ketua Dewan tidak bersedia menjelaskan. Hanya saja muncul prediksi, PK Sejahtera dan Partai Demokrat bisa mendirikan fraksi sendiri, tetapi tidak memiliki posisi di komisi DPRD Jateng.

Terpisah, anggota FPP dari PK Sejahtera Zuber Syafawi mengungkapkan, PK Sejahtera kemungkinan akan bergabung Fraksi Amanat Nasional atau tetap di Fraksi Persatuan Pembangunan yang memiliki napas islami, dan demokratis. Kemungkinan lain mendirikan fraksi sendiri. (G1-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA