logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 April 2004 PANTURA
Line

Ijazah Caleg PPP Dipersoalkan

TEGAL - Ahmad Sodikin (62), calon anggota legislatif (caleg) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tegal, kemarin ijazahnya dipersoalkan Panwas Pemilu. Sebab, berdasarkan data yang diperoleh Panwas, ijazah Sodikin yang diperoleh dari sebuah lembaga pendidikan Islam (LPI) Cirebon (Jabar) terdapat kejanggalan.

Ketua Panwas, Dra Hj Sitti Hartinah didampingi Ketua Divisi Penyelesaian Sengketa AKP Budi Agus Setiawan menjelaskan, ijazah yang digunakan untuk mendaftar sebagai caleg masih diragukan keabsahannya. Ijazahnya belum dibubuhi tanda tangan oleh yang bersangkutan, belum ada tanda akreditasi nasional, dan ijazah itu merupakan tanda kelulusan ebta, bukan ebtanas.

Pernah Mengaji

''Kami juga sudah mengecek ke lembaga pendidikan yang bersangkutan. Ternyata memang dia pernah mengaji di sana. Karena ada kepentingan untuk mengajukan diri sebagai caleg maka yang bersangkutan meminta surat keterangan lulus. Maka, dibuatlah ijazah ini,'' jelas Budi Agus Setiawan.

Dari data yang diperoleh itu, kata dia, Panwas melihat ada kelemahan akurasi dalam pembuatan ijazah. ''Kami sepakat, kasus ini merupakan persoalan kelemahan administrasi belaka. Oleh karena itu, Panwas mengajukan rekomendasi kepada KPU agar mempertimbangkan kembali pengajuan caleg dari pihak yang bersangkutan,'' ujarnya.

Sementara itu, Sodikin ketika dimintai konfirmasi mengatakan, dirinya tidak tahu-menahu kalau ijazah yang dia peroleh itu ada kelemahan administrasi. ''Kalau memang itu jadi masalah ya saya legawa saja. Toh, di sana memang saya hanya mengaji saja. Ketika saya minta ijazah atau semacam surat keterangan ternyata diberi ijazah itu,'' katanya.

KPU melalui Ketua Divisi Pendidikan dan Humas, Suriali Andi Kustomo, ketika dimintai konfirmasi membenarkan, pihaknya menerima pengaduan dari Panwas soal ijazah Sodikin tersebut. Hingga kini, beberapa anggota KPU sedang melakukan pengecekan ke lembaga pendidikan yang mengeluarkan ijazah tersebut. ''Saya belum bisa memastikan karena baru tahap pengecekan,'' tutur Suriali Andi Kustomo. (G12-12n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA