| Kamis, 22 April 2004 | SEMARANG |
Wajah Baru Anggota DPRD Kota (4)Siap Jadi Penggerak Kesetaraan GenderSEMARANG- Dra Hj Elfi Zuhroh MM dari PKB dan H AY Sujianto dari PPP memang bukan wajah baru di DPRD Kota Semarang. Namun setelah terpilih lagi pada Pemilu 2004 keduanya mengaku siap menjalankan tugas dengan semangat baru. Keduanya mengaku bersyukur, kepercayaan masyarakat yang masih melekat kepada mereka untuk kembali duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Semarang periode 2004-2008. Perolehan kepercayaan tersebut bukan sesuatu yang mudah. Dukungan masyarakat terhadap Dra Hj Elvi Zuhroh MM mengantarkannya kembali sebagai wakil rakyat, diyakini ibu dari empat anak ini sebagai kepercayaan untuk terus memperjuangkan keadilan gender. Meski pada tahun 2004 ini anggota DPRD dari kalangan perempuan tetap 5 orang, belum mencapai 30 persen, dia optimistis bisa memperjuangkan kesetaraan gender. ''Tentunya jika 5 srikandi di Dewan bisa kompak dan satu visi dalam menyakipaki persoalan gender,'' ujarnya. Dari 5 anggota Dewan perempuan itu, istri Mushonif Nurhadi ini, satu-satunya anggota DPRD lama. Artinya, anggota Dewan perempuan lainnya merupakan pendatang baru. ''Makanya, saya akan jadi motor penggerak bagi srikandi-srikandi baru untuk kesetaraan gender,'' tandasnya. Dia berpandangan selama ini kekerasan terhadap perempuan masih relatif tinggi, sehingga butuh keterlibatan semua pihak, terutama untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih kepada kaum Hawa. Sebab, kaum Hawa selalu menjadi sasaran kekerasan dan penindasan oleh kaum Adam. ''Sedang hukuman bagi pelaku kekerasan selalu tidak sebanding dengan tindak kekerasan yang mereka lakukan.'' Aspiratif ''Saya menjadi anggota Dewan sejak tahun 1997, artinya sudah tiga kali ini dipercaya masyarakat. Insya Allah kepercayaan yang berulang-ulang itu menunjukan kepercayaan yang ikhlas dari masyarakat. Rasanya tidak mungkin masyarakat memilih seseorang jika dipandang kurang aspiratif,'' kata Sujianto yang saat ini menjadi anggota Komisi D DPRD Kota. Bapak tiga anak ini, dikenal cukup vokal dalam mengkritisi kebijakan pemerintah kota, terutama dalam pembahasan berbagai hal yang terkait dengan komisinya. Dia mengaku menaruh perhatian khusus terhadap lingkungan, karena itu dirinya tidak henti-hentinya mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan aspek lingungan kota. Suami dari Siti Fatimah ini meminta Pemkot untuk mengelola lingkungan. Seperti pengelolaan Banjirkanal Barat dan Banjirkanal Timur, reboisasi dan mengusulkan supaya setiap wilayah di kota Semarang menyisakan kawasan sabuk hijau.(G17,H1-63) |