logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 April 2004 SEMARANG
Line

Truk Tabrak Pohon, Ayah dan Anak Tewas

KALIWUNGU - Agus Riyanto alias Bangkit (42) dan anaknya Yuli Adiprasetiyo (17), warga RT 4 RW 3 Kelurahan Krapyak, tewas dalam kecelakaan lalu lintas di jalan sepi Desa Darupono, Kaliwungu,Selasa malam lalu. Truk yang mereka tumpangi menabrak pohon di tepi jalan tersebut.

Menurut Slamet, adik ipar korban, kakak dan kemenakannya pada malam nahas itu ikut rombongan karyawan perusahaan ekspedisi Roda Jaya Tunas Mas, Karangayu untuk menghadiri pesta pernikahan Djumarno (sesama karyawan perusahaan itu -Red) di Kecamatan Boja.

''Mereka bersama sekitar 20 karyawan yang kebanyakan sopir dan kernet itu baru saja menghadiri pesta pernikahan Djumarno dan akan pulang ke Semarang, ketika kecelakaan terjadi,'' tuturnya kepada Suara Merdeka di rumah duka, Rabu (21/4) siang.

Rombongan tersebut naik sebuah truk khusus pengangkut sepeda motor (berlantai dua) milik perusahaan, yang malam itu dikemudikan Ridwan yang sehari-hari memang sopir truk itu.

''Kakak saya duduk di depan paling kiri bersama sopir dan dua orang lain, sedangkan Yuli duduk di bak mobil bersama kebanyakan penumpang lainnya,'' kata Slamet, yang juga karyawan Roda Jaya Tunas Mas.

Meninggal Seketika

Bangkit meninggal seketika di tempat, sedangkan anaknya mengembuskan napas terakhir di RSU Kariadi sekitar pukul 01.00 Rabu dini hari atau dua jam setelah kecelakaan terjadi.

Rofii (30), warga Erowati VI Krobokan yang hanya luka ringan dalam musibah itu mengatakan, rombongan meninggalkan rumah pengantin sekitar pukul 22.00. Entah mengapa, sopir ingin pulang ke Semarang lewat Kaliwungu, bukannya lewat Mijen dan Ngaliyan.

''Padahal sopir belum pernah lewat jalan sempit yang banyak tikungan tajamnya antara Boja dan Kaliwungu. Dia belum mengenal medan di sana,'' katanya.

Pada suatu tikungan tajam di Desa Darupono, Ridwan (sopir) rupanya tidak dapat mengendalikan truk, dan mobil pun selip ke kiri dan menabrak sebuah pohon besar di pinggir jalan.

Sopir selamat dan tidak cedera sedikit pun, karena bagian kanan muka mobil dalam keadaan aman. Hanya bagian kiri, tempat Bangkit duduk, yang menghantam pohon dan hancur. Korban meninggalkan seorang istri bernama Wartini.

Suasana lokasi kejadian, selain diguyur hujan dan gelap gulita, tidak ada rumah penduduk di sekitarnya. Untung, lewat sebuah Kijang dari arah Boja. Pengemudinya, yang menurut perkiraan Rofii seorang polisi berpakaian preman, lewat ponselnya menghubungi Mapolsek Kaliwungu untuk meminta bantuan.

Orang yang diduga polisi itu pun menghentikan beberapa mobil yang kebetulan lewat di sana, dan meminta mobil-mobil tersebut membawa para korban ke RS Tugu Semarang.

Belakangan Agus Santoso dan Slamet Teguh,- keduanya juga warga Krapyak, dirujuk ke RS Telogorejo karena luka mereka parah. Agus, menurut pihak keluarganya, hingga Rabu siang masih dirawat di ruang ICU RS Telogorejo Semarang. Sopir Ridwan dan truk pembawa bencana itu ditahan di Polres Kendal untuk pengusutan. (ed-84k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA