| Kamis, 22 April 2004 | SEMARANG |
''Mayor Polisi'' Tipu Pencari KerjaSEMARANG- Mengaku sebagai pensiunan polisi berpangkat mayor, Dul Khotib (50) warga RT 2 RW 14 Desa Karangawen, Demak ditangkap aparat Polsek Tugu, Selasa lalu (20/4) di rumahnya. Pensiunan polisi palsu ini diringkus karena menipu sejumlah pencari kerja di sekitar Kelurahan Mangunharjo, Semarang dan Kaliwungu, Kendal. Paling tidak ada 10 warga yang terkena tipu muslihat tersangka dan diperkirakan masih ada korban lain yang belum melapor. Secara resmi pihak Polsek Tugu telah menerima laporan dari tiga korban yang tinggal di Kaliwungu, yakni Edi Budi Kristanto, Edi Ponco, dan Yusro Mubidin. Mereka tertipu dengan cara yang sama, yakni dijanjikan perkerjaan sebagai satpam di swalayan Ada Banyumanik dengan syarat membayar administrasi sebesar Rp 500 ribu per orang. Namun, setelah ditunggu berhari-hari, ternyata panggilan pekerjaan tidak ada. Kapolsek AKP Hartono mengatakan, mendengar laporan tersebut dia segera mengirimkan anggotanya mencari tersangka. Namun setelah dicari di daerah Kaliwungu, yang bersangkutan tidak ada di rumah. Diperoleh informasi, rumah tersebut ternyata milik istri mudanya. Petugas Polsek Tugu kemudian melakukan pengecekan ke Karangawen, di rumah isteri tuanya. Ternyata benar, tersangka ditemukan di tempat itu. Kanit Reskrim Ipru Haril Sutarjo dan anggotanya langsung menangkap tersangka dan membawa dia ke kantor polisi. Tersangka Dul Khotib mengaku melakukan perbuatan tersebut karena iseng semata. Awalnya dia berkenalan dengan Murtono, purnawirawan polisi di Mangkang. Tersangka pun mengaku-aku pensiunan mayor polisi. Dalam pertemuan itu Murtono mengatakan, ada beberapa kerabat dan tetangganya yang sedang mencari pekerjaan. Dul Khotib menyatakan dapat membantu. Dia lantas dipertemukan dengan orang-orang yang mencari kerja. Mereka dimintai uang dengan alasan untuk biaya masuk dan syarat administrasi. Ternyata, hingga waktu yang dijanjikan untuk tes kerja, tersangka tidak pernah muncul kembali. Dul Khotib mengaku mendapatkan Rp 5 juta dari hasil menipu. ''Semua uang itu sudah habis saya pakai untuk ongkos pergi ke Batam. Saya ke sana mencari istri muda yang lari setahun lalu. Tapi tidak ketemu,'' kata Dul Khotib. (H4,G3-83) |