| Kamis, 22 April 2004 | KEDU & DIY |
Beras untuk Pedagang Korban KebakaranWONOSOBO - Para pedagang korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo mendapat bantuan beras dari Pemprov Jateng. Bantuan beras 18 ton diberikan kepada 900 pedagang kecil di pasar tersebut. Setiap pedagang mendapat 20 kg beras. Bantuan diserahkan Bupati Drs H Trimawan Nugrohadi, Rabu kemarin. Ketika penyerahan, ada nenek yang juga pedagang penerima bantuan meneteskan air mata. Nenek yang rambutnya sudah memutih semua itu merasa terharu atas pemberian tersebut. Pedagang yang tidak menerima bantuan lebih banyak lagi karena yang berjualan di pasar induk saat ini 4.287 orang. Trimawan menyebutkan, bantuan itu sebagai tali asih dan sekadar untuk meringankan beban pedagang kecil. Sehari sebelumnya, Wakil Bupati Wonosobo Drs H Kholiq Arief dalam pertemuan dengan konsultan perencana PT Yodyakarya dan wakil pedagang berharap, rehab pasar induk yang terbakar bisa dilaksanakan dengan biaya murah tetapi kuat dan indah. Menyinggung upaya pengembangan pasar, Kholiq Arief mengatakan, saat ini pihaknya melakukan penjajakan dan pendekatan kepada warga Kampung Pencil Sari. Kampung seluas setengah hektare di sebelah barat pasar saat ini dihuni 34 keluarga. Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pengelola Pasar Drs Suharto MM melontarkan gagasan untuk perluasan pasar dan kawasan Kampung Pencil Sari menjadi lokasi pilihan. Ia mengusulkan semua warga di kampung tersebut dipindahkan. Berkaitan dengan ini, semua penduduk Kampung Pencil Sari diberi sebidang tanah untuk lokasi perumahan mereka. Selain sebidang tanah, warga juga memperoleh lokasi berjualan di pasar. Sementara itu, sampai kemarin ribuan pedagang korban kebakaran pasar masih sibuk membuat lapak dan kios di pasar penampungan di alun-alun. Sebagian di antara mereka juga sibuk boyongan dan memindahkan barang dagangan ke lokasi baru. Diharapkan sampai akhir April 2004 semua pedagang pasar sudah menempati lokasi pasar penampungan. Sejak pasar terbakar pada 11 Maret 2004, sebagian besar pedagang berjualan secara darurat di jalan-jalan di sekitar pasar yang terbakar. Terminal angkot di Jalan Pasar I dan II serta Jalan Resimen digunakan untuk lokasi berdagang, sehingga kawasan tersebut praktis tidak bisa dilewati kendaraan umum. Adapun angkot berbagai jurusan saat ini ngetem atau mangkal di sejumlah ruas jalan. (P55-74c) |