| Kamis, 22 April 2004 | KEDU & DIY |
Ahli Australia Teliti Karst KebumenKEBUMEN - Kawasan karst (batu gamping) Kebumen akan terus dipelihara sebagai kawasan konservasi berkelanjutan dan menjadi proyek percontohan nasional. Bahkan saat ini mengundang minat ahli karst dari Australia datang ke Kebumen. Ahli kawasan karst dunia, Ellery Hamilton Smith, sejak dua hari lalu meneliti beberapa kawasan di Kebumen. Dia didampingi Prof Dr Soehardi (Dekan Fakultas Kehutanan UGM) dan ahli speleologi (perguaan) Indonesia dr RKT Ko dari Bogor. Beberapa kawasan karst dan objek wisata yang mereka teliti mulai dari kawasan geologi Karangsambung, pemandian air panas Krakal, Gua Petruk, serta karst Gombong selatan meliputi Kecamatan Buayan, Ayah, dan Pantai selatan. Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah Kebumen, Ir Kusdarwanto MPd, saat makan siang di RM Panca Warna kemarin, menyatakan ketiga konsultan itu memiliki kepedulian terhadap pelestarian karst. "Ellery dan Pak Ko termasuk konsultan gratisan. Kalau kami harus membayar, jelas tak mampu," ujar Kusdarwanto, didampingi Drs Hery Setyanto dari Dinas Perhubungan dan Pariwisata. Kusdarwanto menuturkan penelitian itu baru tahap awal program untuk menjadikan kawasan karst Kebumen sebagai ekoturisme dunia. Dia berharap negara-negara maju seperti Australia memedulikan persoalan itu. Dia mengemukakan kawasan karst di Gombong selatan dan Kebumen berfungsi sebagai penyediaan sumber air penduduk, objek wisata alami (gua-gua alam), pendidikan, dan kultural. Pemkab ingin mengembangkan potensi karst di Gombong selatan yang memiliki kandungan air di bawah tanah dan gua-gua alam yang indah itu sehingga bermanfaat bagi penduduk. Adapun dr RKT Ko mengakui telah berulang-ulang datang ke Kebumen dan meneliti beberapa gua di Gombong selatan. Dia mengingatkan semua pihak agar memedulikan pelestarian kawasan karst. (B3-34g) |