| Kamis, 22 April 2004 | KEDU & DIY |
Pulang Melayat, Pikap Masuk Sungai
TEMANGGUNG - Tiga orang tewas, belasan lainnya terluka akibat mobil pikap yang mereka tumpangi tercebur sungai. Peristiwa itu terjadi di Desa Salamsari, Kecamatan Kedu, Temanggung, Selasa (20/4) sore, saat para korban dalam perjalanan pulang setelah melayat. Ketiga korban tewas dan belasan orang yang terluka hampir semuanya wanita warga satu dusun, yakni Dusun Tegal Temu, Desa Manding, Kecamatan Temanggung. Satu di antaranya meninggal di tempat kejadian, yakni Ny Wijiyati (45) dan dua meninggal di rumah sakit, yaitu Ny Lilik (22) dan Ny Sareng (46). Beberapa saksi mata di lokasi kejadian kemarin menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat pikap Colt T 120 buatan tahun 1974 yang dikemudikan Broto Raharjo (50) menempuh perjalanan pulang setelah mengantarkan rombongan pelayat. Untuk menyingkat perjalanan, kendaraan menyusuri jalan tembus antara Desa Salamsari dan Tlogorejo yang masih berupa jalan makadam (batu). Saat melintasi tanjakan setelah jembatan (sekitar 70 m dari rumah tempat melayat), pikap yang ditumpangi 21 orang itu tak kuat berjalan. Kemudian mobil itu mundur dan menghantam palang jembatan, lalu tercebur sungai sedalam belasan meter. 12 Korban Luka Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berhamburan memberi pertolongan. Belasan penumpang yang terluka segera dilarikan ke RSUD Djojonegoro dan RS PKU Muhammadiyah. "Saat dilakukan evakuasi, satu orang sudah meninggal (Ny Wijiyati). Kemudian satu lagi meninggal saat perjalanan menuju RS PKU Muhammadiyah, dan seorang lagi meninggal di RS Sardjito Yogyakarta," kata Supriyadi, warga setempat. Hingga siang kemarin, sembilan korban luka masih dirawat di RS PKU Muhammadiyah. Petugas di RS itu mengatakan, tujuh di antaranya dalam kondisi cukup parah dan dua luka ringan. Adapun tiga orang lainnya yang kondisinya juga cukup parah, kini dalam perawatan petugas RSUD Djojonegoro. Mereka luka pada bagian lengan dan kaki. Bahkan ada yang menderita patah tulang. "Para penderita pada umumnya mengalami luka cukup parah, sedangkan yang luka ringan sudah kami perbolehkan menjalani rawat jalan," kata Direktur RSUD Djojonegoro, dr Adhi Midjaja. Belasan korban di dua RS itu siang kemarin dibezuk Bupati T Ary Prabowo. Kepada para korban, Bupati berjanji akan memberikan bantuan biaya pengobatan. (nt-74n) |