logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 April 2004 INTERNASIONAL
Line

Gilad Musnahkan Bukti Kejahatan

JERUSALEM - Gilad, putra PM Israel Ariel Sharon, Selasa lalu memberikan kesaksian bahwa dia telah menghancurkan rekaman yang dapat membuktikan kejahatannya.

Rekaman tersebut amat diingini tim penuntut, berkaitan dengan penyidikan korupsi terhadap bapak dan anak itu. Gilad berkilah, dia tak lagi membutuhkan rekaman-rekaman tersebut.

Kejaksaan Israel telah merekomendasikan agar Sharon dan putranya itu didakwa dalam apa yang dinamakan ''Skandal Pulau Yunani''. Dalam kasus tersebut, seorang pengusaha properti diduga telah menyogok keduanya ratusan ribu dolar AS, sebagai imbalan atas bantuan memuluskan suatu proyek pariwisata.

Jika jadi diseret ke pengadilan, Sharon bisa dipaksa untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Namun keputusan akhir diserahkan pada Kejaksaan Agung, yang diperkirakan mengeluarkan keputusan beberapa pekan lagi.

Selasa lalu, Gilad Sharon dihadirkan di pengadilan untuk menjelaskan mengapa dia tidak mematuhi perintah pengadilan sebelumnya, agar dia memberikan para penyidik rekaman dan dokumen terkait dengan kesepakatan proyek wisata tersebut.

Memberikan kesaksian untuk kali pertama, Gilad mengatakan dia menghancurkan rekaman tentang kesepakatan dengan pengusaha properti David Appel, tidak lama setelah persetujuan dicapai.

''Saya tidak lagi butuh rekaman-rekaman itu,'' katanya, seperti dilaporkan televisi Channel Two. Laporan televisi tersebut tidak menjelaskan, apakah Sharon juga menghancurkan dokumen-dokumen itu.

Objek Wisata

Gilad Sharon diperintahkan oleh Mahkamah Agung untuk menyerahkan rekaman dan dokumen tersebut, bulan lalu. Saat itu, pengacaranya mengatakan dia akan mematuhi perintah tersebut, tetapi butuh waktu karena sebagian materi berada di tangan orang lain.

Putra PM Sharon itu telah melakukan perjuangan hukum selama delapan bulan, untuk mencoba tidak menyerahkan rekaman dan dokumen-dokumen yang diingini kejaksaan tersebut.

Pada intinya, ''Skandal Pulau Yunani'' adalah upaya Appel untuk mempromosikan proyek pariwisata di Pulau Yunani pada 1999, saat Ariel Sharon masih menjadi menlu.

Appel mempekerjakan Gilad sebagai penasihat, dan disebut-sebut memberinya uang sogok ratusan ribu dolar AS.

Pengusaha properti itu telah didakwa menyogok Sharon dan putranya. Tetapi berdasarkan hukum Israel, kehendak melakukan kejahatan harus dibuktikan di pihak Sharon-Gilan, untuk memvonis bahwa keduanya menerima sogokan.

Sharon dan putranya juga menghadapi penyidikan korupsi lain, menyangkut pinjaman bermasalah yang mereka ambil untuk menutupi kontribusi kampanye pemilu 1999.(rtr-ben-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA