logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 April 2004 INTERNASIONAL
Line

Pemilu Tahap Kedua India

Pertarungan Pindah ke Wilayah Utara

NEW DELHI - Para politikus top India berkampanye habis-habisan di sejumlah negara bagian di utara, Rabu kemarin, setelah hasil penghitungan awal menunjukkan koalisi nasionalis Hindu akan mempertahankan kekuasaan.

Berjuang untuk memenangi Partai Kongres (oposisi), Sonia Gandhi - wanita berdarah Italia yang janda mantan PM Rajiv Gandhi - berpidato di hadapan massa di Uttar Pradesh, negara bagian paling padat penduduknya di wilayah India utara.

Sementara itu partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party yang dipimpin PM Atal Behari Vajpayee, tidak segan-segan menanggalkan citranya sebagai sosok garis keras Hindu.

Dalam kampanyenya, Vajpayee menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang bagus dan juga melakukan perdamaian dengan Pakistan, musuh bebuyutan India yang sebenarnya berasal dari satu rumpun itu.

Lebih daripada seperempat dari 670 juta pemilih yang terdaftar telah mencoblos pada pemilu tahap pertama, Selasa lalu. Pemilu di Negara Bagian Tripura baru akan dilangsungkan Kamis (hari ini).

Sonia Gandhi mengatakan BJP, yang dia tuding bias terhadap 120 juta warga muslim India, tetap menjadi ancaman bagi tradisi sekuler negara tersebut, dan karenanya harus dihalangi untuk berkuasa lagi.

''Mereka menyebar kejahatan sosial. Mereka telah memperkokoh kekuatan komunalisme,'' katanya, di Rae Bareli. Sonia dianggap sebagai ''pembawa obor'' dinasti Nehru-Gandhi dynasty.

Sekitar 10.000 orang mendengarkan pidato Sonia, yang tampil dengan latar belakang foto besar mendiang suaminya, Rajiv Gandhi, dan mendiang ibu mertuanya, Indira Gandhi.

Indira tewas dibunuh para pengawalnya yang orang-orang Sikh saat dia menjabat sebagai PM India, sementara Rajiv tewas dalam serangan bom jibaku seorang wanita Tamil, ketika dia berkampanye pada 1995 untuk terpilih kembali sebagai PM.

Mayoritas Berkurang

Uttar Pradesh, yang bersama Bihar disediakan jatah 120 dari 545 kursi parlemen, akan melakukan pencoblosan Senin mendatang dalam pemilu tahap ketiga.

Koalisi pimpinan BJP diprediksi tetap berkuasa, namun mayoritasnya di parlemen akan berkurang. Demikian menurut jajak pendapat televisi pada Selasa malam lalu.

Jajak pendapat NDTV dan koran Indian Express mengatakan, koalisi tersebut akan memenangi 260 sampai 280 kursi di Lok Sabha (majelis rendah parlemen).

Koalisi itu sekarang menguasai 287 kursi, jauh melebihi 273 yang dibutuhkan untuk memerintah. Aksi kekerasan mewarnai pemilu Selasa lalu. Kaum militan di Kashmir dan Manipur menyerang TPS-TPS, sehingga belasan orang menemui ajal.

India menutup tapal batasnya dengan Bangladesh di timur, Rabu kemarin, saat Negara Bagian Tripura bersiap-siap melaksanakan tahap kedua pemilu di negara demokrasi terbesar dunia itu.

Ribuan polisi dan pasukan semimiliter dikerahkan, sementara pesawat-pesawat pengintai berputar-putar di udara. Pemerintah India mengatakan, para pemberontak yang telah bersumpah akan mengacaukan pemilu itu diketahui berbasis di dalam wilayah Bangladesh.

Dhaka berulangkali membantah melindungi atau ketempatan kaum pemberontak India tersebut.

''Masih ada ancaman dari kaum pemberontak,'' kata Kepala Kepolisian Tripura Gyanshyam Murari Srivastava. ''Kami menambah jumlah pos keamanan dekat perbatasan, sebagai garis pertahanan kedua.'' (rtr-ed-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA