logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 22 April 2004 BANYUMAS
Line

Pembangunan Pasar Kroya Capai 80%

  • Diperuntukkan Pedagang Lama dan Baru

CILACAP- Pembangunan Pasar Kroya yang dimulai sejak April 2003, saat ini sudah 80%. Berdasarkan jadwal, pembangunan pasar yang dapat menampung 1.500 pedagang tersebut selesai pada Agustus 2004.

''Saat ini semua konstruksi utama sudah selesai dikerjakan. Tinggal pemasangan baja atas dan keramik,'' kata Didi Prasetiadi, Manajer Umum PT Tata Daerah Mandiri (TDM), kontraktor yang membangun pasar induk tersebut.

Bila sudah selesai, pasar yang terletak di tengah kota Kecamatan Kroya itu akan memiliki dua lantai. Lantai bawah diutamakan untuk pedagang lama, yang saat ini dipindah ke pasar Karangmangu. Sementara lantai atas untuk para pedagang baru.

''Penempatan seperti ini merupakan kesepakatan antara pedagang lama dan PT TDM. Pedagang lama kami utamakan dengan memberikan mereka tempat di lantai bawah,'' ujar Didi.

Dia mengatakan, jadwal untuk pembangunan pasar tersebut ditetapkan 18 bulan terhitung sejak April 2003. Dengan apa yang sudah dicapai saat ini, PT TDM optimistis jadwal tersebut dapat terpenuhi.

Dari data di kantor pengembang tersebut diketahui, selain dikhususkan untuk pedagang lama yang berjumlah 500 orang, lantai bawah juga diperbolehkan untuk pedagang baru. Mereka diberi tempat berupa ruko dan kios yang bisa diperoleh dengan membeli melalui kontraktor tersebut.

Tidak Sabar

Untuk lantai bawah, jumlah kios dan ruko baru 76 buah. Sementara untuk lantai dua jumlah kios untuk pedagang baru 169 buah.

Di sisi lain, para pedagang di pasar sementara Karangmangu tampaknya sudah tidak sabar untuk kembali ke Pasar Kroya. Hal itu karena, menurut mereka, setelah pindah ke pasar sementara yang terletak di Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, pendapatan merosot drastis.

''Saat di pasar lama sehari bisa dapat Rp 50.000. Sekarang seperlimanya saja sudah untung,'' kata Darsono, seorang pedagang alat pertanian kepada Suara Merdeka.

Menurutnya, kemerosotan pendapatan tersebut karena letak pasar sementara Karangmamgu jauh dari pusat keramaian. Selain itu, karena munculnya pasar tiban di sekitar Pasar Kroya yang lama.

''Begitu kami pindah ke sini, muncul pedagang baru di pinggir-pinggir jalan dekat Pasar Kroya. Pembeli yang malas ke sini jelas memilih mereka untuk berbelanja,'' ujarnya.

Dari catatan di Suara Merdeka, proses pembangunan Pasar Kroya tidak mudah. Pihak pengembang butuh waktu enam tahun untuk meyakinkan para pedagang di pasar tersebut agar bersedia pindah ke pasar sementara Karangamngu. Upaya mereka baru berhasil pada April 2003.

Begitu pedagang pindah, pengembang segera merombak total bangunan lama yang merupakan pasar Inpres tahun 70-an untuk menjadi pasar modern. (G21-80s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA