logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 April 2004 SALA
Line

Pedagang Klewer Tertibkan Pemasok Liar

  • Keberadaannya Mengancam

PASAR KLIWON- Puluhan pedagang beramai-ramai turun ke Taman Parkir Pasar Klewer (TPPK) menertibkan pemasok liar yang menggelar dagangan di luar lokasi yang ditentukan, siang kemarin. Hal itu mereka lakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemkot lantaran tidak tegas menindak pedagang liar tersebut.

"Tempat jualan yang sah adalah di dalam pasar dan bukan lokasi parkir. Namun berkali-kali diingatkan pedagang liar itu masih nekat berjualan di situ. Pemkot sendiri juga tidak tegas terhadap keberadaan mereka sehingga pedagang terpaksa turun tangan sendiri," ujar Humas Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK), Amb Soenarto saat penertiban berlangsung.

Dalam penertiban yang dilakukan sekitar 40-an pedagang tersebut, disita ratusan barang konveksi milik tiga pemasok liar yang tertangkap basah sedang bertransaksi. Selama dua minggu barang dagangan pemasok itu akan ditahan HPPK dan dikenai denda Rp 10 ribu per hari.

Selain itu, mereka juga diminta mengembalikan uang kepada pembeli. Para pembeli yang tengah berada di tempat parkir tersebut juga diingatkan untuk mengambil barang di dalam pasar karena lokasi itu bukan untuk transaksi.

Ketua HPPK H Soetarso mengemukakan, keberadaan pemasok liar di taman parkir amat merugikan pedagang dalam pasar. Pemasok liar menimbulkan persaingan tidak sehat akibat harga yang mereka pasang lebih rendah karena tak melalui mekanisme pasar. Selain itu, pembeli yang datang jadi enggan masuk pasar karena mereka bisa mendapatkan barang di tempat parkir. Jika tak segera diantisipasi, keberadaan mereka akan mengancam kehidupan pedagang pasar.

"Kalau terus-terusan dibiarkan aktivitas Pasar Klewer bisa mati. Namun mengapa Pemkot seperti tak memiliki langkah kongkret untuk mengatasi keadaan itu. Padahal dulu pernah dibuat kesepakatan bersama untuk menjaga tempat parkir agar tidak menjadi lokasi jualan," papar Soetarso.

10 Persen

Berapa kerugian pedagang dalam pasar akibat pemasok liar? Dari total omzet harian yang mencapai Rp 7 miliar, kata Sutarso, kerugiannya hanya sekitar 10%-15%. Namun kerugian itu akan terus bertambah, bahkan bisa mematikan aktivitas pasar.

Soenarto menyatakan, beberapa waktu silam HPPK bersama jajaran Muspika Pasar Kliwon, UPTD Perparkiran, dan Dinas Pengelolaan Pasar pernah membuat kesepakatan bersama untuk menertibkan pedagang liar itu. Namun untuk tindakan di lapangan, hanya sekali seluruh tim bergerak. Selanjutnya, pedagang yang harus turun tangan sendiri dan Pemkot sebatas mengizinkan dilakukannya penertiban.

"Sebenarnya, Pemkot bisa menerjunkan Satpol PP untuk membantu pedagang saat penertiban. Itu akan lebih efektif. Juga saat pengawasan rutin di tempat itu sehingga pemasok liar tak lagi berani bercokol di situ," kata dia.

Kepala Unit Pelaksana Teknik Dinas(UPTD) Perparkiran, Moedjianto SH menyebutkan, pihaknya senantiasa melakukan penertiban dan pengawasan taman parkir. Masalahnya, setiap kali ada penertiban tidak dijumpai para pemasok dagangan pedagang Pasar Klewer itu di taman parkir.

"Sebenarnya masalah itu kembali ke para pedagang Pasar Klewer. Kalau mereka tidak datang ke taman parkir, para pemasok juga tidak akan berjualan," kata dia.

Dia menghargai para pedagang di bursa tekstil terbesar di Jateng itu yang tetap mematuhi kesepakatan. Mereka tidak bertransaksi dengan pemasok di taman parkir. Sudah sepantasnya mereka mengeluh dan menganggap kehadiran pemasok itu karena tidak ada penertiban.(G18,sri-80i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA