| Selasa, 20 April 2004 | PEMILU 2004 |
Tiga Cawapres Bakal Dampingi AmienYOGYAKARTA-Saat ini sudah ada tiga nama calon wakil presiden yang salah satunya bakal mendampingi Amien Rais dalam pemilihan presiden Juli mendatang. Namun, Ketua Umum DPP PAN itu belum bersedia menyebutkan siapa saja ketiga nama tersebut. Dia mengungkapkan hal itu kepada wartawan dalam sebuah acara temu kolega, akademisi, LSM, dan aktivis mahasiswa di Yogyakarta, Minggu (18/4) lalu. Meski tidak bersedia menyebut nama, secara implisit dia menyatakan kemungkinan tiga orang itu berasal dari kelompok militer non-SBY yang sudah maju sebagai capres dan nasionalis. Mantan pengajar UGM itu hanya menjanjikan akan mengumumkan nama-nama cawapres dalam dua hari ini. Dia enggan menyebut nama karena dirinya masih bekerja keras menentukan kepastian nama. Selain itu, pendaftaran capres dan cawapres masih cukup lama. Mengenai perolehan suara PAN yang sangat minim, dia menjelaskan, secara psikologis memang berpengaruh terhadap pengajuannya sebagai capres. Namun, secara objektif sebenarnya tidak terlalu parah. Sebab, dibandingkan dengan Pemilu 1999, suara PAN hanya turun 0,5%. Siapa saja yang mendukung Amien sebagai capres? Amien menyebutkan, dirinya mendapat dukungan sepenuhnya dari Muhammadiyah. Bahkan, dia mengutip pernyataan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Ma'arif, 99% warga Muhammadiyah akan memilih dirinya. Angka itu menurut penilaiannya lebih besar daripada pemilih PAN. Bukan Bonek Ketika berbicara di hadapan berbagai elemen masyarakat, Amien menegaskan dirinya maju sebagai capres bukan bermodal bonek. Dia mengaku sudah mempunyai modal mencalonkan diri, antara lain dirinya merupakan sosok yang aktif menggulirkan reformasi total pada 1998. Sementara itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar DIY menjagokan Surya Paloh sebagai capres pada Konvensi Golkar pada 20 April ini. Voting yang dilakukan tertutup di DPD menyebutkan, Surya Paloh berhasil mengantongi 22 suara. Jumlah suara itu mengungguli Akbar Tandjung yang hanya meraih 7 suara dan Wiranto 2 suara. Pada voting kedua, Akbar meraih 15 suara, menyisihkan Wiranto yang meraih 13 suara, Jusuf Kalla 2 suara, dan 1 suara rusak. Pengambilan suara capres tersebut diwarnai aksi Paguyuban Mantan Satgas Golkar yang dimotori Ketua Harian Komando Beringin Pancasila Budi Pribadi. Puluhan orang itu mendatangi Hotel Istana Yogyakarta tempat rapat tersebut. Mereka meminta agar Akbar Tandjung yang dipilih dengan pertimbangan keterikatan moral sebagai ketua umum.(D19-64e) |