| Selasa, 20 April 2004 | PEMILU 2004 |
CoblosanSemu, Forum Penyelamat BangsaJAKARTA-Forum Penyelamat Bangsa yang digagas oleh Amien Rais dan Hidayat Nurwahid dinilai sebagai persatuan yang semu, pura-pura, dan pragmatis. Penilaian itu dikemukakan sekitar 30 anggota Barisan Oposisi, koalisi 14 organisasi sosial masyarakat dalam siaran persnya, Senin. Pernyataan mereka itu ditandatangani perwakilan dari Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah, Kontras, Walhi, Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia, HMI, Partai Rakyat Demokratik, Himpunan Kerukunan Mahasiswa Budhis Indonesia, dan Persatuan Rakyat Tergusur. (bn-87e) Akbar Bantah Ditekan BushJAKARTA-Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung menyangkal telah diminta Presiden AS George Bush untuk mundur dari Pilpres 5 Juli nanti, jika dia memang menang konvensi. ''Nggak ada, saya belum pernah ketemu Bush,'' bantah Akbar usai memimpin pembukaan masa sidang DPR ke IV di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakpus Senin (19/4). Sebelumnya dilaporkan, harian bisnis Singapura yang menyatakan Bush meminta Akbar mundur dari pilpres dan mendukung SBY-Kalla untuk memimpin Indonesia. Karena SBY mendukung perang melawan terorisme AS. ''Saya sudah beberapa tahun tidak ke sana, mau ketemu Bush di mana? Kalau pun di sini juga belum pernah,'' tegasnya. (dtc-64) Hidayat Paling PopulerDEN HAAG-Popularitas Hidayat Nurwahid di Inggris dan Irlandia jauh meninggalkan para pesaingnya, selisihnya mencapai lebih dari 400 persen. Selain itu suara untuk PKS juga melonjak 130 persen, sebaliknya PDI-P merosot tajam. Data yang diterima dari saksi pemungutan suara di London, Tommy Firmansyah, Senin (19/4) menunjukkan, dari lima besar caleg yang dipilih WNI di Inggris Raya, Hidayat mendapat kepercayaan tertinggi dengan jumlah 200 suara, disusul H Husein Abdul Aziz dari Partai Demokrat (47 suara), Fahmi Idris dari Golkar (44 suara), Sabam Sirait dari PDI-P (42 suara) dan Afni Ahmad dari PAN (39 suara). Sementara itu, peta perolehan suara total untuk partai di Inggris dan Irlandia (Inggris Raya) setelah penghitungan suara via pos selesai, menempatkan PKS sebagai kampiun dengan 274 suara atau 26.32 persen dari 1.041 suara yang sah. Jika dibandingkan dengan Pemilu 1999, maka suara PKS mengalami kenaikan 130 persen. Sedangkan PDI-P, harus puas pada posisi kedua dengan 161 suara (15,47 persen). (dtc-64) |