logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 April 2004 PANTURA
Line

ABK dan Pemilik Kapal Shock

PEKALONGAN - Anak buah kapal (ABK) dan pemilik kapal hingga kemarin belum bisa dimintai keterangan menyangkut kebakaran kapal. Mereka masih shock, sehingga baru akan dimintai keterangan pada Selasa atau Rabu besok. Karena itu, kemarin polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut.

Kapolsek Pekalongan Utara Iptu Juharno yang ditemui kemarin menjelaskan, kemarin kapal yang terbakar menjadi tontonan warga. Namun, pengurus sudah memeriksa kapal yang terbakar. Ternyata kapal sudah menjadi puing-puing. Bahkan, tangki minyak yang sebelumnya berisi 30 ton solar habis terbakar.

Ketika terjadi kebakaran juga terdengar ledakan beberapa kali, sehingga warga yang menyaksikan diminta menjauh dari kapal. Empat mobil pemadam kebakaran dikerahkan, sehingga api bisa padam.

Dia mengemukakan, kebakaran kapal di Pelabuhan Pekalongan sudah terjadi dua kali dalam tahun ini.

Pertama terjadi pada akhir Februari lalu yang membakar dua kapal. Kerugian diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar. Diduga ketika itu api muncul dari mesin.

Kedua, terjadi pada Minggu pagi dengan korban Kapal Motor (KM) Bintang Mumbul Jaya (BMJ) Pekalongan. Kapal itu terbakar saat mengisi solar di SPBU Dwi Fungsi milik KUD Makaryo Mino di Krapyak Lor. Diperkirakan kerugian dalam kebakaran tersebut Rp 1 miliar.

Ketua Asosiasi Purseseine Indonesia (API) Kota Pekalongan Muhammad Muslih mengaku prihatin dengan kebakaran kapal di pelabuhan. Itu berarti ada kecerobohan yang dilakukan anak buah kapal. Karena itu, diperlukan pembinaan terhadap anak buah kapal agar lebih berhati-hati dalam menghidupkan mesin.

Dia menyebutkan, selama pengamatannya, jarang terjadi kapal terbakar di darat. Namun, di Kota Pekalongan sudah dua kali. Karena itu, perlu perhatian tersendiri agar ke depan tidak terjadi kebakaran lagi.

Namun, kebakaran memang bisa saja tetap terjadi. Yang harus lebih mendapat perhatian, jika kebakaran kapal terlambat ditangani, api bisa membakar kapal lain yang sama-sama sedang tambat.

Karena itu, API akan memikirkan agar Pekalongan yang memiliki sekitar 600 kapal itu dilengkapi kapal pemadam kebakaran. (A15-20e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA