| Selasa, 20 April 2004 | PANTURA |
Massa AMPH Datangi DPRD dan KejariSLAWI - Ratusan warga Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Penegak Hukum (AMPH), kemarin, mendatangi Gedung DPRD dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi. Massa unjuk rasa karena muncul dugaan dana upaya khusus Rp 135 juta digelapkan oleh Waluyo (mantan Kepala Desa Kabunan-Red) pada tahun 2000. Penyaluran dana itu di bawah pengawasan Dinas Peternakan. Saat berpidato di depan Gedung DPRD massa menuntut program bantuan itu segera digulirkan kembali. Mereka juga menuntut kejaksaan segera menangkap dan mangadili Waluyo. Dalam selebaran yang dikeluarkan demonstran dan dijadikan bahan laporan ke DPRD dan kejaksaan disebutkan pada 10 Juli 2000 Waluyo membuat pernyataan sanggup mengembalikan dana Rp 133,2 juta. Dia juga menyanggupi mengembalikan dana pengadaan pakan ternak itik Rp 55 juta. "Namun sampai sekarang realisasinya tidak ada. Dana itu menguap entah ke mana," tutur koordinator aksi Ali Imam Fariyadi. Aksi ratusan warga itu menarik perhatian. Mereka membentangkan spanduk bernada kecaman serta mengusung keranda hitam. Mereka juga membawa empat ekor itik. Satu ekor itik dibanting hingga mati oleh seorang warga yang kesal dan jengkel. Dua ekor itik tersengal-sengal. Satu lagi berkeliaran dan masuk ke ruang pertemuan antara warga, anggota DPRD,dan Kepala Dinas Peternakan drh Bambang Hariyadi. Dalam pertemuan itu disimpulkan, DPRD difasilitasi Komisi B akan memanggil Waluyo dan Kepala Dinas Peternakan untuk memberikan penjelasan soal dugaan penyelewengan dana ratusan juta rupiah tersebut. Bakar Keranda Seusai berpidato di Gedung DPRD, warga mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Slawi. Di tengah guyuran hujan lebat massa menampilkan happening art. Pertunjukkan seni itu menyindir arogansi sosok yang dituding menyelewengkan dana ratusan juta rupiah itu menarik perhatian. Pada akhir pertunjukan itu, massa membakar keranda sehingga api berkobar cukup besar. Mereka berjingkrak kegirangan, mengambarkan kematian sang koruptor. Sementara itu sejumlah wakil warga dan koordinator aksi Ali Imam Fariyadi mengadap Kepala Kejaksaan Negeri Slawi, Sihan SH, Kepala Seksi Pidana Khusus Adji Prayoga SH, dan Kepala Seksi Intel Asep Maryono SH. Adji Prayoga mengatakan, semua laporan warga akan ditindaklajuti. Dia berterima kasih atas kedatangan warga yang bersimpati pada pemberantasan korupsi. "Sudah banyak pejabat atau mantan pejabat yang diduga korupsi ditahan kejaksaan. Jadi jangan khawatir, jika bukti kami sudah kuat, tersangka kasus penyelewengan dana itik ini juga kami tahan." Kepala Dinas Peternakan drh Bambang Hariyadi mengatakan, selalu menagih dana bergulir untuk peternak itik itu kepada Waluyo. Namun sampai sekarang belum ada realisasi. (D12-20g) |