logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 April 2004 PANTURA
Line

Tanggul Sungai Induk Kesesi Bobol

  • 1.875 Ha Sawah Terancam Kekeringan

KAJEN- Sedikitnya 1.875 ha sawah di Kecamatan Kesesi dan Sragi terancam kekeringan. Sebab tanggul di sungai induk Dusun Semampir, Desa Kesesi Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan yang biasa untuk mengairi sawah sudah sepekan bobol.

Tanggul penahan tebing tersebut bobol sekitar 10 m. Karena itu air yang biasanya mengairi sawah meluber ke Sungai Gosek Kesesi.

Bobolnya tanggul itu mengkhawatirkan para petani di Kesesi dan Sragi. Jika tidak segera diperbaiki sawah-sawah di wilayah itu terancam kekeringan. "Sawah-sawah bisa kekeringan. Apalagi hujan sudah jarang turun," ujar Sutaji (36), petani asal Desa Sidosari, Kesesi.

Di Kesesi, kata dia, ada sekitar 1.400 ha sawah yang memanfaatkan pengairan dari sungai di Semampir tersebut. Karena itu Pemkab harus secepatnya memperbaiki kerusakan tanggul itu agar petani tidak mengalami kekeringan.

"Pemkab harus secepatnya memperbaiki kerusakan tanggul agar sawah-sawah petani bisa tetap diairi. Kalau bisa benteng sungai dibuat lebih kuat sehingga tidak cepat rusak," ujar Rohadi (40), petani yang lain.

Kerusakan tanggul, ujar dia, disebabkan kualitas tanggul kurang kuat. "Kalau bisa sebelumnya diteliti dulu oleh para ahli agar tanggulnya bisa kokoh," katanya.

Camat Kesesi Soehardjo SIP ketika dimintai konfirmasi tidak membantah adanya kerusakan tanggul di wilayahnya. Tanggul dan saluran pengairan tersebut, kata dia, berfungsi penting karena sebagai pengairan sawah di Kesesi dan Sragi. "Sawah-sawah di Kesesi dan Sragi yang memanfaatkan sungai itu sekitar 1.875 ha," katanya.

Disudet

Begitu tanggul bobol, kata Soehardjo, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah untuk mengatasi agar sawah warga tetap bisa diairi. Warga sekitar, kata dia, telah bergotong royong selama sepekan untuk membuat sudetan sementara di sekitar tanggul sehingga air bisa dialirkan ke sawah.

Dia juga menyatakan telah melaporkan masalah itu Bupati Pekalongan Drs H Amat Antono agar dilakukan perbaikan. "Kami langsung melaporkan ke Pemkab. Bupati sepertinya memberikan lampu hijau untuk segera memperbaiki tanggul itu," katanya.

Perbaikan tanggul tersebut, ujar dia, memang mendesak. Sebab petani di sepuluh desa memanfaatkan sungai tersebut untuk mengairi sawahnya. "Sementara ini kami berharap masalah pengairan bisa diatasi warga dengan gotong royong," katanya. (G16-20i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA