| Selasa, 20 April 2004 | MURIA |
Berburu Jati ke Halmahera dan SultraJEPARA - Kayu jati bahan mebel makin langka. Tak pelak, pemerintah dan pengusaha Jepara pun harus berani berburu kayu ke luar Jawa. Jika hanya mengandalkan produk jati Perhutani tak pernah cukup. Minggu (18/4) lalu, Bupati Drs Hendro Martojo memimpin rombongan untuk berburu jati ke Halmahera, Maluku Utara. "Kami sampai di Ternate," ujar Bupati, kemarin. Mereka bermalam di Kota Ternate, kemudian menuju ke Pulau Tidore, Halmahera Tengah. Perjalanan itu mereka tempuh empat jam. Mereka berencana sehari kemudian menuju ke Pulau Bacan, Halmahera Selatan. Jika mengandalkan perjalanan darat dan kapal laut waktu habis di perjalanan, sehingga tak cukup waktu untuk negosiasi dengan pejabat pemerintah dan pengusaha daerah itu. Karena itu Bupati didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Penanaman Modal Herry Purwanto, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sutarto, Ketua Komda Asmindo H Akhmad Fauzi, Anas Arbaina (Himpunan Pedagang Katu Jati Jepara/PHKJ), dan Direktur Kota Jati, Yussack, akan mencarter helikopter. Ada dua pulau di Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi tujuan, yakni Pulau Muna dan Pulau Buton. Kontak dengan dengan pejabat Kabupaten Muna dan Kota Bau-bau (Buton) sudah mereka lakukan beberapa waktu lalu. Misi bisnis itu merupakan tindak lanjut untuk menjajaki kerja sama antarpulau. "Kami, antarpemerintah daerah, saling memfasilitasi kerja sama antarpengusaha. Selanjutnya terserah para pengusaha yang melakukan hubungan bisnis langsung," kata dia.(kar-85g) |