| Selasa, 20 April 2004 | SEMARANG |
DPU Mulai Perbaiki Jembatan Kali KreoBALAIKOTA - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mulai memperbaiki Jembatan Kreo secara darurat. Pada bulan Juli, dana perbaikan jembatan itu akan diusulkan dalam perubahan anggaran. Penjelasan itu disampaikan Kepala DPU Kota Ir Agung Prijo Oetomo, Senin (19/4). Didampingi Kepala Seksi Hubungan Masyarakat, Informasi, dan Komunikasi Achyani, Agung mengatakan telah meninjau jembatan itu Senin pagi. Konstruksi jembatan itu masih aman, karena yang longsor badan jalan di sebelah selatan jembatan. Namun dia akan menangani secara darurat, antara lain membuat talud dengan bronjong pasangan batu. "Penanganan darurat untuk mengamankan jalan dan jembatan agar tidak longsor lagi dan aman dilalui," kata dia. Perbaikan permanen akan dia usulkan dalam perubahan anggaran tahun 2004. Namun dia belum bersedia menjelaskan berapa anggaran untuk keperluan itu karena harus melakukan perhitungan teknis. Sebelum perbaikan permanen, dia akan melakukan berbagai kajian, termasuk kondisi geologis tanah. Ada dugaan, lahan di sekitar jembatan itu rentan pergerakan tanah. Namun kebenaran dugaan itu harus diteliti. Ketika ditanya tentang konstruksi talud itu, dia menyatakan ada beberapa alternatif. Misalnya, menggunakan beton bertulang atau pasangan batu biasa dengan bentuk menyerupai terasering. Dia mengemukakan badan jalan itu longsor bukan karena gerusan air sungai. Tidak ada masalah dengan aliran Kali Kreo yang melalui tempat itu. Apalagi sebelum sampai ke jembatan sudah ada cekdam, sehingga kecepatan aliran air tidak terlalu deras. Dia memperkirakan volume lalu lintas yang melalui jalan itu cukup padat, sehingga sering terjadi getaran yang berakibat bahu jalan retak. Pada saat hujan, retakan itu dimasuki air sehingga beban tanah bertambah dan berakibat talud ambrol. Jalur Utama Anggota Komisi D DPRD Kota H AY Sujianto SAg mengatakan, jalan raya Semarang-Gunungpati melalui Jembatan Kreo merupakan satu-satunya jalur yang paling sering digunakan warga masyarakat Gunungpati bila bepergian ke pusat kota Semarang. Mereka hendak berbelanja, sekolah, dan lain-lain. Jadi jalan itu merupakan jalan utama dan vital. Dia meminta pemerintah segera memperbaiki talud yang longsor. Jika tidak segera ditangani dikhawatirkan makin parah dan mengancam jembatan. "Tidak perlu menunggu waktu. Jika pemerintah menerima laporan atau melihat ada talud rusak, ya segera perbaiki. Jangan biarkan karena akibatnya bisa lebih berbahaya." Anggota DPRD dari fraksi gabungan itu menambahkan, anggaran untuk perbaikan itu tak perlu menggunakan biaya tak tersangka. Namun bisa langsung mengajukan dana perubahan anggaran ke Ketua DPRD Kota. Dia meminta pemerintah memikirkan untuk mulai memperlebar jalur yang melalui Jembatan Kreo. Setelah penanganan darurat sebaiknya disusun rencana memperlebar jalan dan jembatan. Membuat DED jembatan tidak perlu waktu terlalu lama. Jika pemerintah sukses dan cepat membuat DED segera sampaikan ke DPRD. "Percayalah bila eksekutif serius, legislatif akan langsung menyetujui," ujar dia. (G6,H1-45g) |