| Selasa, 20 April 2004 | INTERNASIONAL |
IntermesoAnjing pun Diajari MenariPORTLAND - Musik mengalun, dan Annie Schlaff pun membawakan tarian irama cha-cha-cha bersana Danny (nama seekor anjing). Di dalam ruangan Roseland Ballroom, para pelatih menunjukkan cara menari yang benar bagi anjing, di hadapan sekitar 50 pemilik anjing yang berkumpul di Portland (AS) untuk menghadiri International Canine Freestyle Conference yang kedua. Sekalipun Danny berbakat, penampilannya tidak sehebat Brown-Eyes yang menari waltz. World Canine Freestyle Organization, pihak penyelenggara, menyebut acara tersebut sebagai ''program musik tari'' hewan peliharaan-pemilik. Program itu diikuti ribuan orang dan belakangan ini makin berkembang. Kelompok-kelompok memulai program tersebut sendiri-sendiri di Inggris dan Kanada pada 1989, lalu menyebar ke AS dan Jepang. Diduga, saat ini sudah ada 9.000 peserta, separo di antaranya di Amerika. Sejumlah anjing telah belajar mengangkat kaki-kaki depan sesuai dengan irama lagu. ''Itulah tujuan semua orang,'' kata Judy Whipple dari Rainier, Negara Bagian Oregon. Para pelatih top bisa mendapatkan penghasilan 800 dolar AS (sekitar Rp 68 juta) sehari dan 2.500 dolar untuk memberikan pelatihan akhir pekan. (ap-yahoo-ed-30) ''Bunuh Ibuku, Awas TV-nya''MIAMI - Seorang remaja belasan tahun di Florida didakwa menyuruh orang bayaran untuk membunuh ibunya sendiri, dengan pesan ''habisi ibuku, tetapi jangan rusak televisi keluarga''. Sialnya, orang yang disuruh melakukan pekerjaan kotor itu ternyata polisi yang menyamar. Dia pun ditangkap dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kepolisian Florida mengatakan Senin, polisi di kota Fort Myers menangkap bocah durhaka tersebut, Carlos Chereza (17), atas tuduhan terlibat percobaan pembunuhan berencana (yang dapat diancam hukuman mati). Polisi, yang mendapatkan kisikan dari seorang informan bahwa Chereza telah menawarkan sejumlah uang untuk membunuh ibunya sendiri, memerintahkan seorang reserse manawarkan diri sebagai calon eksekutor. Remaja itu menjanjikan uang 2.000 dolar AS (sekitar Rp 17 juta) kepada sang ''pembunuh bayaran'', dan memberikan kunci rumah keluarga, peta letak rumah, dan foto ibunya. Uang untuk pembayaran itu menurut rencana akan dia ambil dari rekening bank sang ibu, jika pembunuhan berjalan mulus. Dia meminta, penembakan terhadap ibunya dibuat seakan-akan perbuatan pencuri. (rtr-ed-30) Bila Awak Kapal PenatLONDON - Dua kapal selam nuklir, sebuah milik Royal Navy (AL Inggris) dan lainnya milik US Navy (AL AS), muncul ke permukaan laut tidak jauh dari Kutub Utara, Senin. Ada situasi kritis kah? Tidak. Para awak kedua kapal selam itu hanya ingin bermain sepakbola, guna melepaskan penat setelah berbulan-bulan berada di dalam ruang tertutup di bawah permukaan laut, ungkap seorang jubir Royal Navy. Kedua kapal selam tersebut muncul lewat celah-celah di permukaan kutub yang tertutup es tebal. Jarak keduanya sekitar dua kilometer. ''Para awak HMS Tireless and USS Hampton bersiap-siap main sepakbola,'' kata Letkol Laut Royal Navy John Parris. ''Yang dimainkan football Inggris, karena awak kami tidak tahu cara bermaim football Amerika,'' kata perwira asal Portsmouth, Inggris utara itu. Di Inggris dan bagian dunia lain, football adalah sepakbola biasa, sementara di AS football merupakan jenis olahraga mirip rugby. (ap-yahoo-ed-30) |