| Selasa, 20 April 2004 | INTERNASIONAL |
Aung San Suu Kyi Segera DibebaskanYANGON - Aung San Suu Kyi, pemimpin oposisi kharismatis Myanmar, mungkin dibebaskan dari tahanan rumah dalam satu atau dua hari ini, kata Liga Nasional Demokrasi (NLD) Senin kemarin. Spekulasi telah merebak bahwa pemenang Nobel Perdamaian itu akan dibebaskan setelah junta militer Myanmar mengizinkan NLD membuka kembali markas partai itu di Yangon, Sabtu lalu. Hampir setahun terakhir markas NLD ditutup dan pemimpinnya ditahan. ''Saya kira dia akan dibebaskan dalam satu atau dua hari lagi,'' kata Aung Shwe, ketua NLD, kepada wartawan di luar kantor partai tersebut yang tampak bobrok. Kantor pusat NLD secara resmi dibuka kembali, Senin kemarin. Aung Shwe, yang dibebaskan dari tahanan rumah pekan lalu, tidak mengatakan mengapa dia optimistis bahwa masa penahanan ketiga Suu Kyi tersebut akan segera berakhir. Junta militer dan media pemerintah Myanmar tetap bungkam. Saat para pemimpin NLD mengadakan rapat di dalam kantor, ratusan pendukung dengan penuh antusias menunggu kabar di jalan yang sama, tempat massa berkerumun menyambut Suu Kyi setelah dibebaskan dari tahanan rumah pada Mei 2002. Ada Kontak Beberapa diplomat di Yangon yakin, telah ada kontak antara militer dan Suu Kyi tentang ''peta jalan menuju demokrasi'' usulan junta tersebut. Peta jalan tersebut meliputi pembicaraan multipartai mengenai konstitusi yang akan dimulai 17 Mei mendatang. Namun menurut para diplomat itu, belum bisa dipastikan bahwa Suu Kyi akan dibebaskan sebelum Konvensi Nasional dibuka bulan depan. ''Saya kira, kecil kemungkinan mereka akan membebaskannya sebelum 17 Mei. Pemerintah Myanmar sepenuhnya sadar bahwa dia tidak akan bergabung dalam Konvensi Nasional dan dia pasti bersikap mengganggu seluruh proses konvensi tersebut,'' kata seorang diplomat Asia. Konvensi pertama ditangguhkan pada 1996, setelah NLD walked out dengan menuduh junta militer memanipulasi proses konvensi tersebut. NLD menolak bergabung dalam perundingan tersebut, sampai Suu Kyi dan wakil ketua Tin Oo dibebaskan dan bertemu dengan komite eksekutif partai itu. Mereka adalah pemimpin-pemimpin senior NLD yang masih ditahan sejak bentrokan berdarah antara pengikut Suu Kyi dan pendukung junta militer Mei tahun lalu. ''Kami akan memutuskan masalah ini hanya bila dia telah dikeluarkan,'' kata Aung Shwe, yang memimpin delegasi partai itu pada konferensi terakhir. Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian 1991, muncul sebagai pemimpin gerakan prodemokrasi pada 1988 dan bertahun-tahun menghadapi perlakuan kasar oleh junta militer Myanmar. Dia menjalani tahanan rumah mulai 1989 sampai 1995, dan selama 19 bulan sampai Mei 2002. Pembebasannya kemudian disambut oleh kerumunan massa di Yangon, di tengah harapan kebuntuan politik negara itu akan berakhir dengan perundingan baru. Namun pembicaraan tersebut akhirnya gagal dan Suu Kyi ditangkap bersama para pemimpin NLD lain, setelah bentrokan berdarah Mei 2003.(rtr-ben-46) |