| Selasa, 20 April 2004 | INTERNASIONAL |
Rice Akui Berbicara secara Pribadi dengan Bush soal IrakWASHINGTON - Condoleezza Rice, Penasihat Keamanan Nasional AS, Minggu lalu dengan tegas membantah pernyataan bahwa Presiden George W Bush pada awal Januari 2003 memutuskan untuk menginvasi Irak, tiga bulan sebelum laporan resmi menyebutkan keputusan itu dibuat. Rice mengatakan, pernyataan dalam buku baru wartawan Washington Post Bob Woodward tentang hari-hari menjelang invasi ke Irak itu ''sama sekali tidak benar''. Bush mengatakan dalam konferensi pers 6 Maret, resolusi Dewan Keamanan PBB yang memberikan wewenang untuk melakukan aksi militer akan keluar beberapa hari mendatang. Sepuluh hari kemudian, ketika gagal mendapatkan persetujuan PBB, resolusi tersebut ditinggalkan dan serangan ke Irak dimulai pada 20 Maret. Rice tidak membantah adanya percakapan pribadi antara dia dan Bush, tepat setelah tahun baru, yang disebut-sebut Woodward sebagai waktu keputusan menginvasi Irak dibuat. Namun, penasihat keamanan nasional AS itu mengatakan, Woodward salah menafsirkan apa yang dikatakan Bush saat itu. Dia mengatakan, Woodward juga keliru membaca komentar-komentar lain yang dikaitkan dengan dirinya. Dikatakan, karena Menhan Donald H Rumsfeld tahu tentang keputusan menginvasi Irak itu dan Menlu Colin Powell tidak, Bush seharusnya memberitahu Powell. Powell Salah Paham Dalam pertemuan Januari tersebut, Rice mengatakan dalam acara ''Face the Nation'' televisi CBS bahwa dia dan Bush berada di peternakan presiden di Crawford, Texas, untuk mempertimbangkan situasi Irak. Dalam kesempatan itu, dia mengatakan bahwa ''Bush tampak berpikir keras''. ''Bush mengatakan, 'Tidak. Saya kira kita mungkin harus berperang. Kita akan berperang.' Dan itu bukan keputusan untuk melancarkan perang,'' kata Rice. ''Keputusan perang tersebut dia ambil Maret lalu, saat dia akhirnya memutuskan untuk berperang.'' Dia mengatakan, kesalahpahaman Powell berasal dari komentarnya kepada Bush: ''Jika Anda berpikir bahwa diplomasi itu tidak berjalan, ini mungkin saatnya untuk melakukan pembicaraan dengan menlu. Saya yakin, dia mau.'' Rice mengatakan, dia ingin Bush bertanya kepada Powell tentang ''pemahamannya mengenai bagaimana diplomasi tersebut berjalan'' dan Bush beranggapan bahwa diplomasi tidak berhasil. ''Namun saya hanya ingin dipahami: Itu bukan keputusan untuk melancarkan perang. Keputusan untuk berperang dibuat Maret lalu. Presiden mengatakan dalam percakapan tersebut, saya kira peluang-peluangnya adalah masalah ini tidak akan dipecahkan dengan cara lain. Kita pasti akan berperang.'' Woodward juga menulis dalam buku ''Plan of Attack'' bahwa Menhan Rumsfeld, Wapres Dick Cheney, dan Jenderal AU Richard Myers, ketua Gabungan Kepala Staf, mengatakan kepada Pangeran Bandar bin Sultan (Dubes Saudi untuk AS) tentang rencana menyerang Irak pada 11 Januari. Pembicaraan itu dilakukan dua hari sebelum Bush memberitahu Powell, tulisnya. (ynews-ben-46) |