| Selasa, 20 April 2004 | INTERNASIONAL |
Tentara Spanyol Ditarik dari IrakMADRID - AS menyatakan kecewa atas keputusan Spanyol menarik sekitar 1.400 tentaranya dari Irak, namun ingin mendekatkan hubungan dengan pemerintah Madrid yang baru, kata Menlu Spanyol Miguel Angel Moratinos, Senin kemarin. Moratinos mengatakan, dia telah berbicara dengan menlu AS untuk memberitahukan keputusan Spanyol tersebut, beberapa jam sebelum pengumuman yang mengagetkan dari PM Spanyol Lusi Rodriguez Zapatero, Minggu lalu. Pengumuman itu dikeluarkan hanya satu hari setelah Zapatero memegang jabatan perdana menteri. ''Saya tak dapat menyembunyikan bahwa ada tingkat kekecewaan tertentu dari Menlu AS Colin Powell,'' kata Moratinos kepada radio Cedena Ser. ''Namun dia mengatakan kepada saya bahwa dia memahami alasan politik atas keputusan itu dan dia ingin memelihara hubungan lebih dekat dengan saya dan pemerintah Spanyol,'' jelas Moratinos, yang berangkat ke Washington, Selasa lalu, untuk mengadakan pembicaraan dengan Powell dan Penasihat Keamanan Nasional AS Condoleezza Rice. Moratinos menyatakan, Spanyol akan tetap melancarkan perang melawan terorisme. Menurutnya, Pemerintahan PM Zapatero akan menghormati janji Spanyol pada Konferensi Donor Irak dan membantu rekonstruksi Irak dan transisi menuju demokrasi. Penuhi Janji Dia menjelaskan, keputusan untuk menarik pasukan Spanyol diambil untuk memenuhi janji yang diucapkan kelompok sosilis dalam kampanye bahwa resolusi PBB tidak memenuhi syarat Spanyol di masa datang. ''Kami berkonsultasi dengan para pejabat senior PBB dan sekutu lain. Mereka mengatakan, sulit bagi PBB mengambil tanggung jawab penuh dan kepemimpinan militer di Irak setelah penyerahan kekuasaan kepada pemerintahan Irak 30 Juni mendatang,'' katanya dalam wawancara dengan harian El Pais. Moratinus mengatakan, dia telah berbicara dengan para pejabat di Amerika Serikat, Inggris, Polandia, Jerman dan negara-negara Arab serta utusan PBB Lakhdar Brahimi sebelum pemerintah Sosialis Spanyol mengambil keputusan itu. Keputusan Zapatero itu menimbulkan banyak masalah terhadap pasukan pimpina AS yang terperangkap dalam pertempuran tersengit di Irak sejak jatuhnya Saddam Hussein. Jumlah tentara AS yang terluka di Irak hingga kini telah mencapai 500 personel. Sebuah sumber pemerintah Spanyol mengatakan kepada Reuters, operasi penarikan akan memakan waktu ''sedikitnya satu setengah hingga dua bulan'' dan menolak mengatakan kapan penarikan dimulai. Zapatero, pemimpin partai sosialis, yang menang pada pemilihan 14 Maret lalu hanya tiga hari setelah pengeboman kereta api Madrid, berjanji akan menarik pasukan Spanyol dari Irak jika PBB tidak mengambil tanggung jawab di Irak 30 Juni mendatang. Pengeboman kereta di ibu kota Spanyol itu menewaskan 191 orang. Jose Maria Aznar, mantan PM Spanyol dan sekaligus dikenal sebagai pro-AS, kalah dalam pemilihan bulan lalu di tengah-tengah protes rakyat atas ketidak-mampuan Partai Rakyat pimpinan Aznar menangani pengeboman 11 Maret tersebut. Rakyat Spanyol juga tidak senang terhadap langkah Aznar yang mendukung perang pimpinan AS di Irak. Rekaman video yang diakui dari Al Qaedah menyebutkan, pengeboman kereta api saat jam sibuk di Madrid itu merupakan tanggapan atas dukungan Spanyol kepada operasi militer pimpinan AS di Irak dan Afghanistan.(ynews-niek-ant-46) |