| Selasa, 20 April 2004 | INTERNASIONAL |
Kim Jong-il Diam-diam Berkunjung ke ChinaBEIJING - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-il diam-diam tiba di Beijing, Senin kemarin. Dia langsung mengadakan pembicaraan tentang ambisi nuklirnya, setelah Washington mendesak agar Beijing mendorong mengakhiri krisis nuklir tersebut. Kim, yang kereta khususnya memasuki Beijing setelah menempuh perjalanan semalam dari Pyongyang, direncanakan berada di China selama empat hari. Dalam empat hari tersebut, dia diperkirakan bertemu dengan pemimpin militer China Jiang Zemin dan bertamasya, kata sumber China yang sangat mengetahui perundingan itu. Dia bertemu Presiden dan Ketua Partai Komunis China Hu Jintao untuk makan siang di kompleks pemimpin China, Zhongnanhai yang berpagar tembok tinggi. Keduanya terlibat pembicaraan yang didominasi oleh isu krisis nuklir dan masalah ekonomi dan pangan Korut, kata kantor berita Korea Selatan, Yonhap. Kim kemungkinan mengadakan tur ke kawasan industri teknologi tinggi Beijing, yang dijuluki Lembah Silikon China, lanjut kantor berita itu. Buka Bantuan Menyelesaikan isu nuklir merupakan kunci untuk membuka bantuan dari luar negeri bagi perekonomian Korea Utara (Korut) yang terkucil dan bangkrut, termasuk dari China - sekutu terdekat Pyongyang. Kunjungan rahasia Kim itu berlangsung beberapa hari setelah Wapres AS Dick Cheney mengatakan di Beijing bahwa waktu untuk menyelesaikan krisis ambisi nuklir Pyongyang, hampir habis. Krisis nuklir Korut tersebut melanda Asia Utara sejak akhir 2002. Para pemimpin China kemungkinan mengiming-imingi bantuan ekonomi, sambil mengulangi sikap bahwa mereka menentang Pyongyang memiliki senjata nuklir. China juga bersikeras untuk mencapai penyelesaian damai bagi masalah yang telah menyulut kemarahan Washington dan keresahan di kalangan negara tetangga Korut itu. ''Menekan Korut bukan cara yang baik untuk dilakukan,'' kata Piao Jianyi, pakar tentang Korea pada Akademi Ilmu Sosial China. ''Namun kita harus mendesak semua pihak agar isu nuklir Korut diselesaikan secara damai.'' Kunjungan pertama Kim ke China dalam tiga tahun terakhir itu diperkirakan akan berlangsung selama empat hari. Dua lawatannya sebelumnya tidak dipublikasikan sampai setelah dia meninggalkan negara tersebut. Dirahasiakan Para pejabat China secara resmi menolak memberikan konfirmasi tentang kunjungannya, tetapi sumber lain mengatakan Kim semula dijadwalkan berkunjung ke China pekan lalu. ''Pengaturan lawatan tersebut tetap dirahasiakan,'' kata sumber itu. ''Dia diperkirakan tiba pekan lalu. Namun, kunjungan itu tertunda karena hal-hal yang belum diketahui.'' Cheney berada di Beijing Selasa dan Rabu pekan lalu. Dan Kamis lalu memperingati ulang tahun ke-92 ayah Kim, pendiri Korut, mendiang Kim Il-sung. Tanda pertama kedatangan Kim adalah konvoi mobil tanpa plat nomor, yang meliputi sebuah limousin Mercedes hitam. Konvoi tersebut berangkat dari stasiun kereta api utama Beijing. Stasiun tersebut dijaga ketat oleh polisi militer. Seorang pejabat mengatakan, stasiun KA itu ditutup selama kedatangan tamu khusus, yang namanya dirahasiakan. Rombongan Kim meliputi 40 pejabat tinggi partai, negara, dan militer dengan tujuan memelihara hubungan, kata media pemerintah Korsel, KBS. Kim, yang tidak mau menggunakan pesawat terbang, juga mencari bantuan ekonomi dan mungkin berwisata ke Kota Shenyang atau Dalian, di China timurlaut, kata Yonhap. Pemimpin Korut itu akan bertemu PM China Wen Jiabao, yang memegang jabatan saat perekonomian China berkembang pesat, dan mantan presiden dan ketua Partai Komunis Jiang Zemin, lapor KBS. Jiang dan Kim sama-sama memegang komando tertinggi militer di negara masing-masing. Pada 2001, Kim bertamasya ke Shanghai dan dilaporkan terkesan dengan pusat keuangan China tersebut. Dia kemudian mulai bereksperimen dengan melakukan reformasi pasar di Korut.(rtr-ben-46) |