| Selasa, 20 April 2004 | EKONOMI |
Belum Ada Tanda-tanda Ekonomi MembaikSALATIGA - Sektor ekonomi hingga sekarang belum menunjukkan tanda-tanda ke arah perbaikan. Demikian dikemukakan oleh H Agus Sahid SE, pengusaha asal Solo, di kampus STIE AMA Salatiga, kemarin. Ia berada di perguruan tinggi tersebut untuk berbicara dalam acara talk show tentang wirausaha mandiri yang dimoderatori oleh Suhada SE MM. Kegiatan itu dihadiri oleh para civitas academica, PjS Ketua STIE AMA Drs Edi Murgijanto, Wakil Wali Kota John Manuel Manoppo SH, Sekda Drs Sutedjo MSi, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Drs Bakri MSEd. Agus Sahid mengatakan, sektor usaha yang banyak berkembang di Indonesia adalah perdagangan, pertanian, agrobisnis, jasa, industri, properti, dan pertambangan. Namun dalam tujuh tahun terakhir, lanjut Agus, bangsa Indonesia dilanda krisis multidimensi, yaitu krisis moral, ekonomi, hukum, keamanan, dan makin menjamur praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) mulai dari desa hingga pemerintah pusat. ''Akibatnya, sebagaimana yang sama-sama kita lihat dan rasakan sekarang, sektor ekonomi belum ada tanda-tanda membaik. Itu akibat kualitas sistem manajemen pemerintahan yang jelek ditambah kecenderungan generasi muda sebagai penerus bangsa memiliki sifat pemalas,'' jelasnya. Akibat dari fenomena tersebut, lanjut dia, berbagai jenis usaha dari tingkat kecil, menengah, hingga kelas kakap bangkrut. Disusul kemudian oleh beberapa investor yang hengkang ke negara tetangga dan banyak tenaga kerja yang di-PHK sehingga jumlah pengangguran di Indonesia menjadi sekitar 40 juta. ''Efek berantainya adalah terjadi penurunan daya beli masyarakat, kejahatan kian meningkat, dan sebagainya.'' (A2-53n) |