logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 17 April 2004 Surat Pembaca  
Line

Mencari Ilmu Kebal Banten Asal Jepara

Dalam pengembaraan belajar ilmu di Jawa, saya pernah berguru pada seorang kiai pendekar di sebuah pesantren di Serang, Banten. Uniknya, amalan/mantra ilmu itu berbahasa pesisir utara Jawa. Pak Kiai mengatakan, beliau belajar ilmu kebal tersebut dari daerah perbatasan Pati - Jepara.

Beliau seperguruan dengan seorang yang pada tahun 90-an banyak menulis masalah metafisika di Suara Merdeka Semarang. Atas bantuan Redaksi, saya mencoba menghubungi penulis tersebut tapi nomor teleponnya sudah ganti.

Ilmu kebal yang saya maksud adalah "Asmak Malaikat'' dengan kalimat khasnya: Sele tangi puma ana gawe dan silsilahnya ke Pangeran Gadung Sosro Kusumo dan R Umar Said alias Sunan Muria. Mohon bantuan pembaca ke mana saya harus bertanya, mengingat guru saya di Banten juga kurang paham dengan bahasa Jawa dan sejarah ilmu yang diajarkannya.

Yogi Priandhika
Jl Kembangsari 44, Pekanbaru

***

Soal Undian PT Global Sarana Informatika

Saya melengkapi tulisan Antonius Ari Waspodo di Ambarawa beberapa waktu lalu yang menerima pemberitahuan sebagai pemenang I undian PT Global Sarana Informatika dengan hadiah mobil. Dalam hal ini Bapak digiring dengan mempermainkan emosi agar segera mengirimkan uang sebagai pajak undian.

Pajak undian tidak ditransfer, merupakan langkah yang tepat dan terhindar dari penipuan. Kepada pembaca, hati-hatilah bila menerima surat "pemenang undian" yang meragukan. Jangan terbawa emosi, itu hanya akal-akalan dengan harapan penerima surat akan terlena.

Ciri-ciri surat "pemenang undian" yang tak perlu ditanggapi:

- Batas akhir pengambilan hadiah dibuat singkat dari penerimaan surat (hanya1 hari). Emosi terpancing, karena hadiah akan batal bila tidak segera diambil. Dilampiri dengan bukti pengiriman kupon undian yang pernah dikirim dulu untuk meyakinkan penerima surat.

- Ada daftar nama pemenang (fiktif) berikut hadiah yang akan diterima serta nilai nominal hadiahnya. Pajak undian 25% dari nilai hadiah harus disiapkan pemenang. Dilengkapi surat dari beberapa instansi terkait (sosial-notaris-pajak-kepolisian) yang tentu saja palsu. Penerima surat dibuat lebih kuat lagi percayaannya dengan adanya "surat" lembaga resmi ini.

- "Panitia Undian" tidak mencantumkan alamat kantor (memang tidak ada). Hanya nomor HP yang harus dihubungi untuk konfirmasi. Bila dituruti, maka langkah awal penipuan sudah terjadi. Langkah berikutnya "terserah Anda" apakah terbawa emosi atau cepat sadar.

Undian yang dilaksanakan produsen terkenal, sering tidak segera memusnahkan kupon/amplop setelah undian selesai. Di situ tercantum alamat pengirim yang dapat dimanfaatkan oleh "Panitia Undian" lain untuk bermain-main mencari peluang.

Pemenang undian resmi diumumkan oleh produsen secara terbuka melalui selebaran/media cetak. Surat pemberitahuan segera dikirim kepada masing-masing pemenang tanpa lampiran lain. Pajak undian dibayarkan langsung pada saat pengambilan hadiah. Batas waktu pengambilan hadiah 1 bulan setelah pengumuman.

Arianto Lubis
Jl Candi Tembaga Utr Dlm 868 Pasadena, Semarang

***

PLN Mengecewakan

Berkaitan uneg-uneg saya di Surat Pembaca beberapa waktu lalu, tentang pertanggungjawaban PLN atas kerusakan peralatan listrik warga Dukuh Mintreng Desa Kebonagung Kabupaten Demak akibat kenaikan tegangan listrik yang sangat tinggi pada malam Tahun Baru 2004, pihak PLN melalui Bapak Widodo, Bandriyo dan Bapak Andi telah menghubungi saya.

Hasilnya, pihak PLN tidak bisa dan tidak mau memberi ganti rugi kerusakan peralatan listrik warga dengan alasan kenaikan tegangan karena kerusakan yang tidak disengaja oleh PLN atau merupakan kecelakaan/musibah. Tidak ada asuransi/anggaran dana untuk ganti rugi.

Pihak PLN hanya bisa dan hanya mau memberi bantuan berupa rasa simpati dan seorang teknisi/tenaga reparasi listrik yang tidak diperlukan lagi karena kerusakan peralatan listrik sudah diganti atau dibawa tukang reparasi dengan biaya sendiri. Sungguh mengecewakan.

A Dheni Kurniadi
Kebonagung 17 Rt 3/Rw 2 Demak

***

Surat Terbuka untuk PMI Cabang Semarang

Tanggal 6 April 2004 pukul 17.00 WIB saya bermaksud donor rutin ke PMI Cabang Semarang. Saat saya datang counter dalam keadaan kosong tanpa petugas. Saya ke loket samping, tetapi alangkah terkejutnya karena mendapat sambutan yang kurang simpatik dari petugas.

Saya terima sambutan itu dan langsung menuju ke ruang donor. Di ruangan tersebut saya menunggu lebih dari lima menit dan petugas mulai memeriksa dengan melontarkan pertanyaan yang lagi-lagi kurang simpatik.

Saya heran tidak biasanya saya mendapatkan sambutan seperti itu bila akan donor rutin. Saya baru 11 tahun donor darah dan baru 43 kali donor. Tujuannya untuk menjaga kesehatan dan mendapatkan pahala rahmat dari yang di atas. Jadi saya jelas tidak mengharapkan apa-apa dari kegiatan donor.

Kalau boleh saya usul kepada pimpinan PMI Semarang, mohon petugas pelaksana donor darah diberi bekal agar bisa sedikit ramah (tidak semua petugas bersikap kurang simpatik), agar kita yang mau donor bisa dengan senang hati memberikan setetes darahnya demi kemanusiaan.

Suprihono Setyawan SKom
Jl Tegalsari Timur IV/132 Semarang

***

Untuk Bupati Cilacap

Saya mewakili aspirasi masyarakat Desa Karangkadri memberi acungan jempol terhadap gebrakan kerja Bapak Bupati Cilacap. Di antaranya pengaspalan hotmik di seluruh ruas jalan kabupaten. program bebas SPP dari 30 lebih SMP dan SMU.

Juga program pengobatan gratis di seluruh Puskesmas serta program KTP berasuransi, walaupun belum selesai. Ada warga saya yang telah meninggal dunia dan dapat santunan Rp 1.000.000 serta prosesnya tidak sulit. Tapi ada input buat Bapak Bupati yaitu soal batas kota di sebelah timur lampu merah.

Warga ingin batas kota di sebelah barat atau sebelah timur jembatan di antara batas Karangkadri/Kalisabuk karena tempatnya strategis, bangunan pun terlihat indah. Juga soal penanggulangan orang-orang gila yang ada di kota Cilacap mohon mendapat perhatian.

Suyitno
Jl Raya 114, Karangkandri Kesugihan, Cilacap

***

Hasil STIE Widya Manggala "Memilih Wakil Rakyat"

STIE Widya Manggala Semarang beberapa hari lalu melakukan pengundian kuis berhadian tentang "Memilih Wakil Rakyat" di aula PTS tersebut Jl Sriwijaya 32. Kuis yang diikuti peserta SMU/SMK Semarang dan sekitarnya tersebut memperebutkan total hadiah Rp 3 juta lebih.

Hasilnya, pemenang I SMU St Michael, pemenang II SMU 10 Nopember, SMUN 7 , SMKN 7 semuanya di Semarang dan SMU St Michael.

Pemenang III ada 7 peserta dari SMU/ SMK di wilayah Kota Semarang. Hadiah dapat diambil sampai dengan 28 April 2004 di sekretariat. Selebihnya tanggal tersebut hadiah menjadi hak panitia.

Koordinator Panitia
Ir E Setiawan SE MM LLD
NIS 629930001


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA