logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 17 April 2004 Sala  
Line

April Diperkirakan Puncak Serangan DB

BALAI KOTA-Masyarakat hendaknya mewaspadai kedatangan musim pancaroba. Karena, saat itu biasa terjadi peningkatan penderita demam berdarah dengue (DBD). Bahkan beberapa penyakit ringan seperti beleken dan diare pun cenderung meningkat.

DBD yang disebabkan oleh virus diperkikan mencapai puncak pada bulan Mei. Berdasar pendataan lima tahun berturut-turut, kasus DBD paling banyak terjadi pada bulan itu.

"Pada musim pancaroba, masyarakat harus makin mewaspadai DBD. Apalagi berdasar siklus lima tahunan yang kami amati, puncak DBD terjadi pada bulan Mei," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr Purnomo Dwi Putro MKes, kemarin.

Dia menuturkan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aides aigepty itu selama empat bulan ini telah merengut beberapa nyawa. Ada 80% kelurahan di Solo dinyatakan sebagai daerah endemik DBD. Sebab, selama tiga tahun berturut-turut di desa-desa itu terjadi serangan DBD.

Meski perkiraan puncak DBD jatuh pada bulan Mei, penyakit itu biasanya menyerang saat musim pancaroba. Akibat pergeseran musim, peralihan dari musim hujan ke kemarau tidak lagi tepat bulan Mei tetapi sekitar April. Karena itulah tak tertutup kemungkinan April merupakan puncak DBD.

Turun

Meski diperkirakan DBB kembali mengganas, Purnomo menyatakan sampai pertengahan bulan ini pasien DBD di sejumlah RS justru menurun dibandingkan dengan minggu yang sama bulan sebelumnya.

"Sampai dua minggu pertama April ini pasien DBD menurun. Namun masyarakat jangan lengah dan harus tetap menguras, membersihkan, dan mengubur kaleng bekas," kata dia.

Selain DBD, pada awal musim pancaroba juga muncul beberapa penyakit ringan. Misalnya, beleken dan penyakit yang menyerang pencernaan.

Berdasar laporan sejumlah rumah sakit di Solo, sampai pertengahan April jumlah penderita beleken atau conjuntivis meningkat dari bulan sebelumnya. Meski tak terlalu parah, penyakit itu cepat sekali menular.

"Jika salah satu anggota keluarga kena bisa dipastikan semua bakal kena. Awal musim pancaroba ini seluruh RS melaporkan menerima pasien conjuntivitis," ujar dia.

Penyakit mata itu disebabkan oleh virus yang belum ada obatnya. Biasanya orang yang berdaya tahan lemah mudah tertular. Pasien akan sembuh dengan sendirinya jika daya tahan bagus. Dokter biasanya hanya memberikan antibiotik agar tak terjadi komplikasi. Itu bisa terjadi jika mata yang sakit terinfeksi kuman akibat sering dikucek.

Adapun penyakit yang menyerang pencernaan sampai kemarin belum ada laporan meningkat. "Pada musim pancaroba banyak sekali debu beterbangan yang potensial sekali menyebarkan virus," kata dia.(G18-85g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA