
| Sabtu, 17 April 2004 | Sala |
Petugas Statis Dilarang Kawal Nasabah BankMANAHAN- Kematian aparat pengaman gedung Bank Bukopin, Ajun Brigadir Polisi (Abrip) Khomaedi (46), di tangan perampok menjadi pelajaran berharga bagi jajaran Polresta Surakarta. Agar peristiwa nahas akibat "salah tugas" itu tak terulang, kini setiap permintaan pengawalan harus ditujukan langsung ke Polresta. Selain itu, petugas statis pengamanan gedung dilarang mengawal. Begitu pula petugas fungsi pengamanan objek vital (Pam Obvit) Polresta yang selama ini menjalankan tugas ganda, yakni pengawalan dan penjagaan gedung, kini peran itu dikurangi. Kapolresta Surakarta AKBP Lutfi Lubihanto SH sejak kemarin meminta Pam Obvit lebih berkosentrasi mengamanan gedung. Adapun tugas lainnya diserahkan ke fungsi lain.
"Kami sekarang lebih berkosentrasi pada pengamanan statis. Tentang permohonan pengawalan, tidak lagi tanggung jawab kami. Selain itu, Polsekta juga tidak boleh menerima tugas pengawalan," jelas Kasat Pam Obvit AKP Muhammad Iqbal, kemarin. Baginya, penerapan kebijakan tersebut bukan merupakan masalah, sebab kebijakan yang diambil pimpian Polresta itu semata-mata demi perbaikan kinerja Pam Obvit. "Fungsi Pam Obvit di Polresta Surakarta juga baru, sehingga masih perlu perbaikan agar kinerjanya bisa maksimal," tuturnya. Masalah tugas almarhum Abrip Komaedi itu, sebenarnya pernah disinggung Kapolda Jateng Irjen Didi Widayadi, saat dia berkunjung ke Solo, Rabu (14/4). Menurut pendapat dia, korban sebenarnya bukan polisi pengawal nasabah bank tapi hanya pengaman gedung Bank Bukopin. Karena itu, secara khusus dia berencana mempelajari masalah tersebut. "Semestinya almarhum tidak melakukan tugas pengawalan," tandasnya. Sebab, lanjut dia, standar kualitas antara petugas pengawalan dan petugas statis penjaga keamanan gedung sangat berbeda. "Senjata pengawal itu sesuai dengan standar harus laras panjang. Selain itu, biasanya pengawalan dilakukan dua orang," ujarnya. Meski demikian, dia meminta persoalan itu tidak perlu diperdebatkan lagi, sebab bagaimanapun almarhum telah memberikan pengabdian terbaiknya. "Korban kami naikkan pangkatnya setingkat." Sebagaimana diwartakan (SM, 16/4), aparat pengaman gedung Bank Bukopin, Abrip Khomaedi, tewas setelah ditembak kawanan perampok di Goro Assalam. Ketika itu, almarhum yang anggota Polsekta Serengan tengah mendampingi anggota satpam bank itu mengambil uang setoran dari pusat perkulakan tersebut. (san-17j) |