logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 17 April 2004 Sala  
Line

Polres Wonogiri Ikut Selidiki Kasus Goro Assalam

WONOGIRI- Tampaknya ada korelasi antara masa kampanye hingga pelaksanaan pemilu dan kemunculan aksi kejahatan di wilayah Wonogiri. Sejak masa kampanye hingga pencoblosan, tindak kejahatan dan gangguan kriminalitas terhitung sepi. Namun ketika pemilu berlalu, penjahat pun kembali beraksi. ''Tampaknya memang begitu,'' kata Kapolres Wonogiri AKBP Drs Subandi, Kamis (15/4). Dia menyatakan, pihaknya akan kembali menerjunkan secara intensif sejumlah petugas ke lapangan, dengan pola pengamanan seperti saat pemilu.

''Waktu pengamanan pemilu lalu, sejak masa kampanye, memang kami turun secara all out betul. Karena itu, sebagai antisipasi terhadap gangguan keamanan setelah pemilu, kami akan terjunkan kembali aparat kepolisian.''

Dia mengimbau masyarakat untuk peduli keamanan di lingkungannya masing-masing. Semua lembaga perbankan atau institusi yang menyimpan uang dalam jumlah banyak, juga diserukan untuk waspada dan bertindak antisipatif demi mencegah kemunculan aksi kejahatan. Misalnya, melengkapi pemasangan kamera dan alarm yang mampu berbunyi ''Rampok-rampok'' untuk disalurkan lewat pengeras suara di dalam dan luar ruangan.

Menurut Kapolres, aksi kejahatan dapat muncul manakala ada niat dan kesempatan. Mencermati gejala kemunculannya tersebut, warga pun diserukan untuk mengamati lingkungannya demi penciptaan keamanan. ''Kalau sewaktu-waktu warga menemukan gejala mencurigakan, terutama jika ditafsirkan akan mengarah pada gangguan keamanan, segeralah dilaporkan pada polisi,'' katanya.

Kasus perampokan di Goro Assalam Solo yang terjadi setelah pemilu dapat dijadikan hikmah untuk meningkatkan kewaspadaan oleh semua pihak di lingkungannya masing-masing. Karena itu, meski kasus Goro Assalam tidak terjadi di Wonogiri, tapi Kapolres AKBP Drs Subandi ikut mencermati dengan menindaklanjuti dengan pembentukan tim penyelidik untuk membantu pengungkapan kasus tersebut.

Siapa tahu itu berkaitan dengan kasus yang terjadi di Wonogiri, atau barangkali itu masih berkaitan dengan tokoh penjahat ''raja tega'' Pompi Suradimasyah alias Embing atau Dodit yang mempunyai istri di Wonogiri.(P27-14i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA